Seorang Ayah Aniaya Seorang Perawat di RS. Siloam
Salah Penyampaian Informasi, Hantar Suami Sendiri Masuk Bui
Internet
CYBER88 | Palembang - Polisi menangkap pria berinisial JS yang menganiaya perawat RS. Siloam pada Jumat, (16/4/21).
JS ditangkap di kawasan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Sabtu, (17/04/21).
"Iya tersangka penganiayaan terhadap perawat RS. Siloam Sriwijaya sudah kita tangkap di OKI," kata Ps Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi.
Kompol Tri Wahyudi turun langsung ke lapangan untuk menangkap pelaku. Namun belum dijelaskan detail mengenai kronologi penangkapan tersebut.
"Ya ini kita masih di jalan, nangkapnya bareng sama Kasat Reskrim. Dia yang mimpin penangkapan." ujar Kanit Pidum dan Tekab Polrestabes Palembang AKP Robert P Sihombing terpisah.
Dalam video penangkapan yang beredar di internet, terlihat pelaku pasrah saat di tangkap. Pelaku tak berkutik melihat polisi sudah mengepung rumahnya.
"Barengan saja," kata pelaku setelah diamankan dan akan dibawa polisi ke Polrestabes Palembang.
"Gantilah pakaian ya, Nggak papa ya," kata Robert yang pernah menjabat Kapolsek Kemuning Palembang.
Pelaku kemudian terlihat meninggalkan polisi yang berjaga di depan rumah. Pelaku masuk ke rumah dan minta izin menutup pintu.
Tak lama setelah tukar pakaian, pelaku keluar dan langsung diamankan. Pelaku kini telah dalam perjalanan menuju Palembang.
Sebelumnya, Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya Bona Fernando meminta penganiaya perawatnya diusut dan ditindak tegas oleh polisi. Dia menyerahkan proses hukum terhadap pelaku kepada polisi.
"Siloam Hospitals telah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian kekerasan yang menimpa perawat kami, serta menindak pelaku kekerasan kepada perawat kami dengan tegas sesuai hukum yang berlaku," ujar Bona dalam konferensi pers pada Jumat (16/4/21).
"Siloam Hospitals menyesali tindakan kekerasan yang ditujukan kepada perawat kami di Siloam Sriwijaya. Kekerasan terhadap tenaga kesehatan adalah tindakan yang tidak dapat ditolerir," tegas dia.
Ditemui usai konferensi pers, Bona menuturkan kondisi perawatnya berangsur pulih baik secara fisik ataupun trauma psikis.
"Akibat kejadian penganiayaan itu Christina mengalami memar pada wajah dan juga sakit pada bagian perutnya. Kondisinya sekarang sudah baik. Secara fisik memang ada luka, tapi secara trauma, psikis, berangsur-angsur membaik. Doakan saja dia lebih cepat pemulihannya," ungkap Bona.
Pihak Rumah Sakit Siloam Sriwijaya akhirnya angkat bicara terkait insiden penganiayaan yang dilakukan salah seorang keluarga pasien kepada perawat Siloam Sriwijaya, Kamis siang kemarin.
Nursing Development & Clinical Operations Division Head RS Siloam Sriwijaya, Benedikta Betty Bawaningtyas sekaligus yang menjadi juru bicara menjelaskan kronologis kejadian penganiayaan yang menimpa perawatnya itu.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 10-11 WIB siang itu bermula saat korban (perawat RS. Siloam) melakukan pelepasan infus kepada pasien berusia dua tahun yaitu anak dari pelaku penganiayaan.
“Jadi kemarin (Kamis,red) itu rencana anak pasien mau pulang, pada saat mau melepas infus sekitar jam 10 hampir jam 11 siang. Pada saat perawat kami melepas infus sudah dilakukan sesuai SOP menggunakan kapas alkohol kemudian diplester,” ungkap Tata.
“Tapi karena anak umur dua tahun, sedang aktif-aktifnya, langsung digendong si ibu jadi darahnya keluar plester nya lepas,”sambung Tata.
Kejadian tersebut membuat Ibu pasien panik dan berteriak dan komplain ke pihak Rumah Sakit. Pihak rumah sakit pun langsung memberikan penanganan kepada pasien.
“Langsung ditangani oleh kepala ruangan dan perawat tersebut. Pasien diganti kapas dan lain-lain dan sudah selesai sebenarnya,”jelasnya.
Namun nyatanya, Ibu pasien masih tidak terima dan mengadukan kejadian yang dialami anaknya ke suaminya (ayah pasien) yang berada di Kayu Agung.
“Suaminya baru datang sekitar jam 2 siang, terus tiba-tiba langsung bertanya perawat yang menindak anaknya, mana perawat yang tadi? Perawat saya datang ke ruangan didampingi Duty Manager dan Kepala Ruangan untuk menjelaskan kembali,” terangnya.
Belum sempat memberikan penjelasan, pelaku langsung melakukan tindakan main hakim sendiri menampar korban dengan kepalan tangannya hingga korban terjatuh ke lantai dan meminta korban meminta maaf dengan bersujud.
Hingga berita ini viral, si anak yang merupakan pasien tersebut sudah membaik. Bijaksana dalam penyampaian informasi agar terhindar dari hotel prodeo.**


Komentar Via Facebook :