Viral! Konsumen Klaim Bayar Rp100 Ribu, BBM yang Masuk Diduga Hanya Rp50 Ribu di SPBU Anjun Plered

Viral! Konsumen Klaim Bayar Rp100 Ribu, BBM yang Masuk Diduga Hanya Rp50 Ribu di SPBU Anjun Plered

CYBER88 | PURWAKARTA — Dugaan kecurangan dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, viral di media sosial.

Dugaan tersebut mencuat setelah seorang konsumen mengaku mengalami kejanggalan saat melakukan pengisian BBM pada Kamis (23/7/2026). Konsumen tersebut mengklaim telah membayar Rp100 ribu untuk pengisian Pertalite, namun BBM yang masuk ke kendaraannya diduga hanya senilai Rp50 ribu.

Konsumen mengaku mulai menyadari adanya kejanggalan setelah melanjutkan perjalanan. Menurutnya, indikator bahan bakar pada kendaraan tidak menunjukkan perubahan sebagaimana biasanya setelah melakukan pengisian dengan nominal Rp100 ribu.

"Saya isi Pertalite Rp100 ribu di SPBU Anjun saat itu, namun operator ternyata hanya mengisi sebesar Rp50 ribu," ujar konsumen tersebut.

Ia kemudian memutuskan untuk kembali ke SPBU guna mempertanyakan dugaan kejanggalan tersebut kepada operator.

"Di tengah perjalanan saya melihat indikator bensin tidak naik seperti biasanya. Akhirnya saya kembali lagi ke SPBU untuk mempertanyakan hal tersebut," katanya.

Menurut pengakuan konsumen, operator SPBU pada awalnya disebut tidak mengakui adanya kekeliruan. Konsumen juga mengaku sempat mengalami kesulitan ketika meminta bukti pembayaran berupa struk pengisian BBM.

Setelah terjadi perdebatan, operator tersebut diduga akhirnya mengakui bahwa kendaraan konsumen hanya diisi BBM senilai Rp50 ribu. Namun, konsumen mempertanyakan alasan tidak adanya pengembalian uang apabila memang pengisian yang dilakukan hanya sebesar Rp50 ribu.

"Padahal uang yang saya bayarkan jelas Rp100 ribu. Kalau memang berdasarkan pendengarannya saya meminta diisi Rp50 ribu, lalu uang kembaliannya kenapa tidak diberikan?" ungkapnya.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah pihak menilai dugaan kejadian itu perlu segera diklarifikasi dan ditindaklanjuti guna memastikan hak konsumen serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan SPBU.

Selain operator, pengawasan internal di SPBU tersebut juga turut dipertanyakan. Sebab, apabila dugaan tersebut terbukti, maka kejadian itu menunjukkan adanya persoalan dalam mekanisme pengawasan pelayanan pengisian BBM kepada konsumen.

Hingga berita ini ditulis, awak media masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak manajemen SPBU terkait dugaan kejadian tersebut. Namun, manajer SPBU disebut belum berada di lokasi saat hendak ditemui.

Pihak SPBU diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka terkait kronologi kejadian, termasuk rekaman transaksi, bukti pembayaran, serta rekaman kamera pengawas apabila tersedia. (St)

Komentar Via Facebook :