Warga Desa Leuwiseeng, Kritisi Penggunaan Dana Desa Tahun 2021

Warga Desa Leuwiseeng, Kritisi Penggunaan Dana Desa Tahun 2021

CYBER88 | Majalengka -- Program Prioritas utama pemerintah dalam penggunaan dana desa tahun 2021, salah satunya mengutamakan perbaikan dampak pandemi covid-19, dibidang sektor kesehatan masyarakat desa dan perbaikan ekonomi desa.

Dalam hal ini, setidaknya kepala desa sendiri secara tidak langsung dituntut untuk dapat mengoptimalkan penggunaan dana desa tersebut,

Dana desa bisa berfungsi optimal, kalau digunakan secara tepat sasaran, guna membangun desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada pada masing masing desa.

Intinya, penggunaan dana desa harus benar benar efektif, dan juga harus berdampak signifikan pada desa itu sendiri, terutama dalam percepatan ekonomi produktif. Keterlibatan masyarakat dalam mengawal dan mengawasi penerapan dana desa, memang sangat dibutuhkan sekali oleh pemerintah. 

Seperti yang dilakukan sebagian warga desa Leuwiseeng, Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka Jawa Barat yang mengkritisi pembangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), serta anggaran pengadaan penanggulangan bencana Covid-19 yang dibiayai dari dana desa.

Warga menilai, dana desa tahap ke 1, tahun 2021 yang dialokasikan untuk pembangunan dan penanggulangan Covid-19, ada kejanggalan.


Ditemui Cyber88.co.id, salah satu warga desa tersebut mengatakan, "Rehab pembangunan Poskesdes/Posyandu tersebut, dan pelaksanan penanggulangan bencana covid-19, mestinya harus dilaksana sebaik baiknya, dan harus tepat sasaran

"Kami sebagai warga desa disini, sudah selayaknya dan patut mengetahui pemakaian dana desa yang dipakai untuk pembangunan yang ada dilingkungan warga disini, "ucap warga yang tak mau disebut namanya itu, Minggu (18/04/21).

"Karena setahu kami pembangunan Posyandu tersebut dibiayai dari dana desa, "Imbuhnya.

"Bukan apa apa pak, diduga dari soal pengadaan bata merah untuk pembuatan pos kesehatan desa, diswadayakan pada masyarakat. Kan ini dana desa pak, "ujarnya. 

Lanjutnya, "Dan yang herannya lagi, ditengah Pandemi covid-19 ini, untuk pembuatan Posko Posko pencegahan covid-19 ditiap- tiap blok, itu malahan tidak ada, yang saya lihat itu cuman ada satu yaitu di kantor desa, itupun sebatas tempat cuci tangan saja, 

"Boro- boro penyemprotan disinfektan ditiap- tiap blok, untuk pembagian masker saja, sama sekali saya belum pernah menerimanya, "ungkap dia..

Sementara itu, Kepala Desa leuwiseeng H. Saepul mengatakan, " Emang iya, itu awalnya perangkat pegawai desa kami, dalam hal ini kasi ekbang, entah lupa apa gimana itu pak, sampai bata merah yang sebanyak 4000 biji katanya diswadayakan. 

“Tapi, sakarang sama saya segera mungkin diperbaiki, “Ujarnya saat ditemui Cyber88.co.id dirumah kediamannya

"Terkait pengadan untuk sarana kebutuhan covid19, saya akan laksanakan nanti menunggu pencaiiran  kalau tahap ke2 sudah turun, sebagaimana saya katakan pada media yang lain, "Tandasnya.  

Ditempat berbeda usai menemui Kades, salah satu warga juga sempat menyampaikan kekhawatiran dan harapannya pada Cyber88.co.id. Ia mengatakan, "saya sangat menyayangkan dan prihatin dengan hal ini. Kami harap pihak kepala desa jangan sampai gagal pemahaman aturan. Kami berharap pihak pemerintah di atas terus memantau kinerja pemerintahan Desa Leuwiseeng, "Ucapnya [ttg/shs].

Komentar Via Facebook :