Kapolres Sumedang Gelar Silaturahmi Kamtibmas
CYBER88 | Sumedang – Kapolres Sumedang AKBP. Eko Prasetyo Robbyanto jalin silaturahmi dengan Da’i kamtibmas di bulan suci Ramadhan 1442 H, guna memelihara kamtibmas yang kondusif di masa pandemi covid-19, Rabu (28/4/2021).
“Saya ucapkan terima kasih kepada para dai kamtibmas yang telah hadir pada acara hari ini, seperti kita ketahui hari ini kita berkumpul bersama dalam silaturahmi kamtibmas antara Polri dengan para Da’i,” ucap Kapolres.
Ada kesamaan peran antara Polri dengan Da’i Kamtibmas yakni bertugas amar ma’ruf nahi mungkar untuk mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang sehat, aman, tentram dan damai, tambah Eko.
“Untuk itulah kegiatan silaturahmi ini secara rutin diadakan setiap tahun sebagai upaya Polri menggandeng Da’i Kamtibmas di Kabupaten Sumedang, guna menjalin sinergitas peranan untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif,
Posisi dan peranan seorang da’i dalam kehidupan bermasyarakat di indonesia sangatlah penting, yang mana masyarakat indonesia yang religius sangat mendengarkan apa yang disampaikan oleh seorang dai.
Selain itu, indonesia merupakan negara dengan penduduk nomor 4 terbesar di dunia setelah china, india, amerika. dan mayoritas (85 %) penduduk indonesia adalah umat muslim,” bebernya.
Jumlah umat muslim di indonesia lebih banyak dari jumlah gabungan umat muslim dari berbagai negara di seluruh timur tengah.
Dalam konteks ini maka posisi da’i di Indonesia menjadi sangat strategis karena masyarakat kita bercirikan pola patron client (hubungan timbal balik pemimpin dengan umat) sehingga pola kehidupan masyarakat akan dipengaruhi pemikiran/pendapat dari para tokoh agama.
“Bahkan mungkin dapat dikatakan bahwa tokoh-tokoh agama di indonesia, menempati posisi nomor satu yang didengar oleh publik dibanding tokoh yang lain. Disitulah Polri menyadari perlunya menggandeng para dai untuk menggelorakan beberapa pesan kamtibmas dan menyampaikan beberapa isu terkini,” jelasnya.
“Pertama, saat ini kita masih dihadapkan dengan pandemi covid-19 yang jika dilihat secara kasus harian nasional belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Bahkan, jika kita menyimak apa yang terjadi di Negara-negara lain, pendemi ini bisa terjadi lebih dari satu periode gelombang.
Hal ini disebabkan karena virus covid-19 sebagaimana layaknya mahkluk hidup lain akan terus beradaptasi dalam hal ini bermutasi untuk bisa bertahan hidup dalam tubuh manusia, bahkan di tubuh manusia yang telah diberikan vaksin.
salah satu contoh nyata bagaimana covid-19 dapat terjadi lebih dari 1 gelombang adalah, apa yang saat ini dialami oleh negara India dan Brazil yang sebelumnya telah melonggarkan protokol kesehatan karena menganggap pendemi telah berakhir di negara tersebut,” terang Kapolres.
“Di india, negara itu mendapatkan 1,2 juta kasus baru hanya dalam waktu empat hari saja dan angka kematian mendekati 3000 orang perhari setelah pelaksanaan ritual keagamaan dan kampanye politik yang dihadiri jutaan orang tanpa memperdulikan protokol kesehatan.
Hal ini menyebabkan fasilitas kesehatan di India tidak sanggup mengatasi lonjakan jumlah penderita tersebut karena kekurangan suplai oksigen untuk alat bantu nafas,” Tandas AKBP. Eko Prasetyo Robbyanto. [Wawan]


Komentar Via Facebook :