Pasukan Khusus Denjaka Ramai di Mesdos, Disebut-sebut Telah Tiba di Papua untuk Tumpas KKB
CYBER88.CO.ID -- Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) di media social Twitter tengah menjadi Trending Topik. Salah satu akun medsos Twitter yang menjadi sorotan atas treding topiknya Denjaka adalah @H4l1mun_D1n61n.
Pasukan elite Marinir TNI AL itu disebut-sebut bakal ikut terlibat dalam penumpasan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua yang kini telah dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah.
Akun twitter bernama G Benson tersebut menyebut bahwa Denjaka telah sampai di Papua. Bersama dengan keterangan tersebut diunggah juga barisan anggota Denjaka dengan seragam hitam dan baret ungunya
"Pasukan elit angkatan laut DENJAKA sudah sampai di tanah Papua. Kekuatan 1Denjaka = 12 orang. Mempunyai kekuatan misterius yang bikin angkatan laut Amerika gemetaran," tulis akun Twitter tersebut yang dikutip pada Minggu (2/5/2021).
Seperti ramai diberitakan, saat ini beberapa kota di Papua sedang tidak kondusif dan mencekam setelah beberapa serangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) belakangan ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa
Pada serangan KKB kemarin telah menewaskan Kepala BIN Daerah Papua, yang juga merangkap sebagai Komandan Satuan Tugas Elang, Mayjen Anumerta TNI I Gusti Putu Dany Nugraha, di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak
Sementara itu, tanggapan Korps Marinir melalui, Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel Marinir Gugun Saeful Rachman membantah informasi tersebut.
"Detasemen Jala Mangkara atau Denjaka TNI AL itu kan pasukan elite, itu latihan dan pergerakannya tidak dipublikasikan," kata Gugun, dikutip dari Kompas.com.
Gugun mengatakan, tidak ada yang dapat mengetahui apa dan di mana kegiatan operasional dari detasemen tersebut. Namun, satu hal yang perlu digarisbawahi bahwa saat ini pasukan Denjaka tidak berada di Papua.
"Iya (hoaks), sejauh ini kami belum mendapat konfirmasi kalau (Denjaka) ke Papua. Yang mengetahui kegiatan Denjaka itu hanya parajurit dan gusti Allah yang maha tau," ujar Gugun.
Terpisah pada beberapa hari sebelumnya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan bahwa jangan beri toleransi kepada kelompok separatis dan teroris, kelompok tersebut dikatakannya tidak menggunakan teori Hak Asasi Manusia saat membunuh rakyat dan aparat.
Kata dia, pemberontakan melawan pemerintah dengan teror-teror sekarang ini, sudah seharusnya ditanggapi dengan penetapan keadaan darurat militer dengan menerjunkan elit-elit atau pasukan spesial dari 4 Matra.
"Kalau perlu turunkan kekuatan 4 Matra terbaik yang kita miliki selain Densus 88 dan Brimob Polri. Yakni Gultor Kopassus, Raiders, Bravo dan Denjaka. Kasih waktu satu bulan, mereka pasti bisa menumpas habis para separatis dan teroris di Papua hingga ke akarnya," kata pria yang akrab disebut Bamsoet itu.
Denjaka dibentuk pada 4 November 1984, dan merupakan pasukan khusus TNI AL yang selalu diterjunkan dalam misi anti teror seperti pembajakan kapal laut/pesawat udara, perang kota/hutan/pantai/laut, sabotase dan penyanderaan, hingga kontra intelijen.
Hingga berita ini dibuat, postingan akun Twitter yang menyebut Denjaka telah berada di Papua telah mendapat banyak respon dari Netizen. ***


Komentar Via Facebook :