Menikmati Kuliner Khas dan Kesejukan Alam Kota Bandung, Surabi Cihapit Jadi Pilihan
CYBER88 | Bandung -- Pandemi Covid-19 masih belum mereda. Pembatasan sosial masih diberlakukan, khususnya di zona-zona tertentu yang dianggap darurat. Kondisi tersebut berdampak pada perekonomian bisnis di lingkup kuliner yang tak bisa memungkinkan pelanggan untuk berdatangan, meski sekedar mengantri.
Pahit-manis dan gejolak keuangan dalam masa seperti ini tak bisa disesali. Sebab, ini menjadi wabah dunia. Meski begitu, bukan halangan bagi sebuah bisnis untuk menggulung tikar.
Usaha keras yang membuahi hasil masih dirasa sebagian pedagang kuliner meski sebagiannya lagi harus tumbang. Salah satu yang dimaksud adalah kuliner Surabi Cihapit milik Ibrahim Lubis. Tak padam meski tergerus pandemi.
Meski tak seramai biasa, kuliner yang berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat, ini tetap eksis dan stabil dalam penjualannya. Kesembilan karyawannya masih tetap terjaga buah keringatnya meski bisnis orang lain mau tak mau harus mengurangi jumlah pegawai.
Memang, kota yang berjuluk "Paris Van Java" ini memiliki ragam kuliner yang sangat banyak. Meski begitu, kuliner tradisional masih menjadi favorit para pecinta kuliner tanah air. Ya, surabi yang umumnya dikenal dengan sebutan "serabi" adalah kuliner khas Jawa Barat.
Tak sekedar berusaha keras, demi mempertahankan bisnis ini, Ibrahim pun mengasuh sebanyak 14 orang anak yatim di kediamannya. Jadi, rejeki yang ia dapat dan kestabilan usahanya juga didorong oleh doa dan motivasi seluruh karyawan dan anak asuhnya, termasuk keluarganya.
Jelas saja, ia mempertahankan bisnis ini sejak tahun 1993. Hingga kini, resep dan khas keaslian produk masih terjaga kualitasnya. Tak ayal, Ibrahim masih sanggup meraup omset sekitar 5 hingga 6 juta per hari.
Bulan Ramadhan ini, ia pun menambahkan varian takjil untuk berbuka puasa. Jadi, jika ingin mengunjungi lokasi ini, bisa berkunjung ke Jl. Sabang no. 65, Bandung, Jawa Barat. Di sana kita bisa menikmati kuliner dan suasana sejuk dan keindahan lainnya yang dimiliki Paris Van Java. [Dedih]


Komentar Via Facebook :