Menaker Sebut, Calon dan Pekerja Migran Prioritas Dapat Vaksin Covid-19

Menaker Sebut, Calon dan Pekerja Migran Prioritas Dapat Vaksin Covid-19

CYBER88 | Jakarta -- Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampiakan, Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan proses penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dapat dimonitor secara baik dalam penerapan protokol kesehatannya.

Kata dia, Termasuk di antaranya memberikan tes PCR dan program vaksinasi Covid-19 bagi Calon Pekerja Migran (CPMI) yang akan berangkat ke negara-negara penempatan.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar secepatnya program vaksin Covid-19 ini, bisa diberikan kepada para CPMI kita, "katanya dalam siaran pers, Selasa (25/5/2021)

Ida mengungkapkan,

Dijelaskannya, “Pemerintah akan melakukan program vaksinasi kepada CPMI, sesuai hasil koordinasi dengan Kemkes.

Rencananya, lanjut dia, pada bulan Juli 2021, CPMI/PMI menjadi target kelompok prioritas untuk program vaksinasi nasional.

Ida pun mengimbau agar PMI Indonesia yang berada di Hong Kong dapat mengikuti program vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Hong Kong bagi WNA.

"Kami harap CPMI tetap menjaga kesehatan dan bisa bekerja secara baik serta tetap mengikuti aturan dari pemerintah Hong Kong terutama dengan adanya program vaksin Covid-19.

Program kesehatan ini sangat besar manfaatnya bagi PMI itu sendiri," Ucapnya menegaskan.

Sementara itu, Konsuler Jenderal RI di Hong Kong Ricky Suhendar mendukung penuh langkah Pemerintah Indonesia melalui Kemenaker untuk memberikan vaksin Covid-19 kepada CPMI yang akan berangkat ke Hong Kong pada bulan Juli 2021 mendatang.

"Mulai bulan Juli diharapkan CPMI sudah divaksin sebelum berangkat ke Hong Kong.

Vaksin ini sangat bermanfaat bagi keberadaan mereka di Hong Kong sehingga tidak perlu mengikuti karantina selama 21 hari, tapi cukup karantina 14 hari," ujar Ricky seperti dikutip dari Antara.

Ricky menambahkan, PMI di Hong Kong saat ini juga diberikan prioritas vaksin oleh secara gratis, meski dalam jumlah yang kecil. Ia berharap, PMI di Hong Kong yang berjumlah 155.000 orang bisa mengikuti program vaksinasi yang diberikan oleh pemerintah Hong Kong.

Komentar Via Facebook :