Isoman Tanpa Pengawasan Nakes Berbahaya, Satu Keluarga di Bekasi Meninggal Dunia
Ilustrasi (gambar Web)
CYBER88 | Bekasi -- Epidemiolog Universitas Airlangga Surabaya, mengatakan, Isolasi mandiri (Isoman) tanpa pengawasan satgas Covid-19 dan tenaga medis, tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, namun juga lingkungan sekitar.
Isolasi mandiri, pasien Covid tanpa gejala di tempat yang bukan menjadi tempat khusus isolasi penderita Covid, sangat berbahaya, “Ucap dia seperti dikutip dari CNN.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M. Iqbal Al-Qudusy menyoroti kurang efektifnya isolasi mandiri yang dilakukan di rumah. Tanpa pengawasan, Kata dia, isolasi menjadi kurang efektif.
“Karena fungsi pengawasan tidak optimal, pasien (Covid-19) yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) banyak yang keluyuran. Akhirnya menyebarkan virus ke orang lain,” ujar Iqbal, Jumat (9/7/2021) kemarin.
Di samping itu, katanya, tidak jarang pasien OTG yang isolasi di rumah justru kondisinya semakin memburuk karena SOP tidak dipatuhi.
Hari kemarin, dikabarkan, Tiga anggota keluarga yang menjalani isolasi mandiri di rumah meninggal dunia.
Sebelum meninggal, petugas sempat membawa dua anggota keluarga tersebut ke RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, karena kondisinya semakin memburuk.
Akan tetapi, nyawanya tak tertolong dan meninggal di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Tak lama berselang, satu anggota keluarga lainnya yang masih menjalani isolasi di rumah, Perumahan Duta Kranji, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, meninggal dunia.
Ketiganya meninggal dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni pada Selasa, 6 Juli 2021 lalu.
Video saat petugas medis mengevakuasi jenazah pasien Covid-19 ini viral di media sosial.
“Yang meninggal di rumah adalah orangtua atau mertua pemilik rumah. Sedangkan, pemilik rumah, pasangan suami istri, meninggal di RSUD,” kata Ketua RW setempat, Mulyono, seperti dilansir dari Beritasatu.com, Sabtu (10/7/2021).
Mulyono mengatakan ketiga orang tersebut merupakan orangtua atau mertua dari pemilik rumah, yang merupakan pasangan suami istri. Orangtua atau mertua merupakan warga Cikarang, Kabupaten Bekasi, yang melakukan isolasi di rumah anak dan menantunya.
Pemilik rumah, yakni pasangan suami istri ini merupakan warga Kota Bekasi. Pasangan suami istri tersebut tertular Covid-19 dari orangtua atau mertuanya yang sedang menjalani isolasi mandiri.***


Komentar Via Facebook :