Kajari Karawang Umumkan Tersangka Kasus Korupsi Distan, Andri : Prestasi yang Patut Diapresiasi dan Diikuti Penggantinya

Kajari Karawang Umumkan Tersangka Kasus Korupsi Distan, Andri : Prestasi yang Patut Diapresiasi dan Diikuti Penggantinya

CYBER88 | Karawang -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang diperingatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke 61, Tahun 2021,  mengumumkan tersangka dugaan korupsi di Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Karawang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karawang, Hj. Rohayatie, SH. MH,  mengatakan bahwa dari hasil penyelidikan, telah ditetapkan tersangka Tipikor Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Pertanian Karawang Tahun Anggaran 2018. 

Pada Tahun 2018 berdasarkan Peraturan Mendag Kementan RI tentang petunjuk operasional penggunaan dana alokasi khusus Lj.120.12.2017. 

Dinas Pertanian Kabupaten Karawang telah mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus  (DAK) bidang pertanian sebesar Rp 9.228.332.000.000 yang bersumber APBN, dimana dalam pelaksanaannya ada dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang diduga dilakukan oleh Dinas Pertanian pada Tahun Anggaran 2018." Ungkapnya kepada kalangan awak media, saat konferensi pers, diaula kantor Kejari Karawang, Jum’at (23/7/2021).

Menurut Rohayatie dari hasil pemeriksaan serta penyelidikan kepada Kelompok Tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), P3A, dan GP3A. Sehingga ditemukan dugaan perbuatan yang melanggar hukum sehingga mengakibatkan dugaan terjadinya kerugian Negara. 

"Penyidik sudah mengumpulkan alat bukti yang membuat terang tindak pidana, sehingga tim penyidik menetapkan tersangka yaitu US (60) selaku penanggungjawab dalam program Damparit anggaran Tahun 2018 tersebut," Ujarnya.

Rohayatie juga menjelaskan berdasarkan surat ketetapan tersangka Nomor 1466-F.2.26-FD.1-07-2021 tanggal 22 Juli 2021. Penetapan tersebut setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan intensif terhadap para saksi yang berjumlah 160 orang, yaitu terdiri dari kelompok tani, PPL, Kepala UPTD, dan dari beberapa unsur pejabat serta pegawai Dinas Pertanian Karawang.

Sehingga perbuatan tersangka diduga melanggar pasal 2 ayat 1, pasal 3, pasal 12 huruf e, pasal 12 ayat 1,2,3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 bagaimana yg telah di ubah si UU RI nomor 20 tahun 2021. Singkatnya 

Pada kesempatan tersebut, ditengah Pandemi Covid 19 ini, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Karawang, Tohom Hasiholan Silalahi turut memberikan himbauan kepada pedagang atau penjual obat - obatan, jangan sampai menjual diatas harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan, dengan adanya spekulasi ketersediaan Oxygen Tabung juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak menyebarkan informasi hoax dan provokasi tentang Covid - 19,"

"Maka bagi masyarakat, jangan segan - segan untuk memberikan informasi kepada kami. Kita sama - sama berjuang pada masa pandemi ini, dan jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan tersendiri," Terang Kasi Intel.

Ditempat terpisah, Wakil Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Karawang, Andri Kurniawan mengutarakan, salah satu yang pernah diungkapkannya pekan lalu perihal prestasi Kajari Karawang, Hj. Rohayatie yang sudah mendapatkan promosi jabatan menjadi Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, salah satu diantaranya mampu mengusut beberapa perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Karawang.

"Setiap kali saya berkomunikasi dengan mpok, selalu saya sampaikan, abaikan saja yang nyinyir. Fokus pada kinerja, karena selain sudah banyak berhasil melakukan upaya pencegahan. Kejari Karawang dibawah kepemimpinannya sudah banyak berhasil mengungkap kejahatan berdasi di Bidang Pidana Khusus, baik perkara dilingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mau pun perkara Desa yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa (Kades), ini yang saya maksud prestasi," Jelas Andri.

"Bagi Aparat Penegak Hukum (APH), suatu prestasi bukan hanya produk penindakan saja. Melainkan pencegahan harus menjadi prioritas utama. Pasalnya, pencegahan tidak begitu banyak menggunakan uang Negara, berbeda dengan penindakan, harus ada uang Negara yang dikeluarkan untuk biaya perkara. Selain itu, dalam proses penindakan, tentunya ada dan terjadi dulu kerugian Negara," Terangnya.

Andri juga mengungkapkan, "Oleh sebab itu, saya juga pernah mengutarakan dan mewanti - wanti, agar penggantinya sebagai Kajari Karawang agar dapat melanjutkan jejak - jejak positif mpok. Selain prestasi, beliau juga merupakan figur salah satu pimpinan daerah yang humble dan humanis dengan golongan masyarakat mana pun di Karawang,"

"Tentunya saya memiliki keyakinan, bahwa pengganti beliau juga merupakan figur pimpinan yang hebat. Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) pasti memilih sosok pimpinan tidak akan sembarangan untuk memimpin lembaga. Apa lagi belum lama ini,

Ada beberapa Laporan Informasi (LI) terkait dugaan Tipikor dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang. Harapan masyarakat, Kajari Karawang yang baru bisa mengusut dan menuntaskan informasi tersebut," Pungkasnya. (Hys)

Komentar Via Facebook :