Buntut dari Dugaan Keterlibatan Kasus Penganiayaan di Dusun Balaka, Palas Didesak Copot Kades Gunung Malintang

Buntut dari Dugaan Keterlibatan Kasus Penganiayaan di Dusun Balaka, Palas Didesak Copot Kades Gunung Malintang

CYBER88 | Padang Lawas,– Aktivis Sumatera Utara sekaligus demisioner Ketua MPM Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Ismail Siregar, mendesak Bupati Padang Lawas untuk  mencopot Kepala Desa Gunung Malintang apabila nantinya di pastikan keterlibatannya dalam kasus penganiayaan , yang di anggap  melanggar ketentuan hukum yang berlaku. 

Desakan tersebut disampaikan dengan  mencuatnya dugaan kasus penganiayaan yang terjadi di Dusun Balakka, Desa Gunung Malintang, Kecamatan Barumun Tengah pada hari Sabtu pagi 1 /8/2026 

Menurut Ismail Siregar, peristiwa yang telah dilaporkan ke pihak kepolisian tersebut tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan tindak pidana penganiayaan  terhadap dua orang korban  yaitu Munir dan Erwinsyadana Harahap ( kepala desa janji matigu ) dengan mengungkap  kasus ini  secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu,  dalam menindak orang orang yang terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut .

"Apabila benar seorang oknum  kepala desa  terlibat dalam dugaan tindak kekerasan, maka Bupati Padang Lawas harus mengambil sikap tegas sesuai kewenangannya. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa tercoreng akibat ulah oknum kepala desa"  tegas Ismail Siregar 

Selain itu  Erwin Syahdana Harahap juga sempat membuat pernyataan  di media yang menceritakan dugaan  pengeroyokan terhadap dirinya bersama sejumlah pekerja saat berada di lokasi perkebunan pada Sabtu 1 Agustus 2026. Saat ini  para korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Barumun Tengah dan perkara disebut telah memasuki tahap penyidikan.

Ismail Siregar juga meminta Bupati Padang Lawas tidak menunggu hingga perkara berkekuatan hukum tetap untuk melakukan evaluasi administratif apabila terdapat indikasi pelanggaran etika jabatan. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menjaga wibawa pemerintahan desa dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Beberapa orang saksi melihat kepala desa gunung malintang Raja oloana.  Siregar ikut dalam rombongan orang yang menyerang dan menganiaya 2 orang korban , selain itu  di duga  kades gunung malintang membawa benda tumpul  saat itu ( red ) dari bukti foto dan video  yang ada 

Dengan kejadian ini di  harapkan pihak kepolisian dapat bekerja secara objektif dengan memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi, sehingga perkara ini dapat diselesaikan secara adil sesuai ketentuan hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, kepala desa gunung malintang Raja oloana Siregar  belum bisa di hubungi dan belum bisa  di konfirmsi terkait kasus yang di duga melibatkanya. (Tim)

Komentar Via Facebook :