Dapati Keluhan Petani, AktivisRencanakan Audiensi dengan PJT II

Dapati Keluhan Petani, AktivisRencanakan Audiensi dengan PJT II

CYBER88 | Karawang - Mendapati adanya keluhan petani perihal tersendatnya penyaluran air yang diduga dipergunakan untuk kebutuhan air baku suatu perusahaan air minum milik swasta untuk memenuhi kebutuhan air salah satu real estate atau perumahan elite yang berada diduga terjadi di RT 05 RW 09 Dusun Karaba, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang - Jawabarat.

Dilokasi tersebut terdapat Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang merupakan sistem atau sarana yang berfungsi untuk mengolah air dari kualitaas air baku (influent) terkontaminasi untuk mendapatkan perawatan kualitas air yang diinginkan sesuai standar mutu atau siap untuk di konsumsi.

Keberadaan WTP air bersih itu dikeluhkan oleh kalangan petani yang memiliki lahan garapan berupa sawah dan memanfaatkan saluran air dari tersier tersebut. Salah satunya adalah Kepala Desa (Kades) Wadas, H. Jujun Junaedi, ia mengeluhkan seringnya mengalami kekeringan pada sawah yang digarapnya. Karena air pada tersier yang seharusnya mengalir ke pesawahan warga, jadi terkurangi volume atau debitnya, disebabkan adanya pemanfaatan air baku untuk WTP salah satu perusahaan air untuk memenuhi kebutuhan salah satu real estate.

Menyikapi hal itu, aktivis Karawang yang juga merupakan Wakil Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas LMP) Markas Cabang Karawang, Andri Kurniawan mengaku kaget mendengar ada perusahaan air bersih swasta selain Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtatarum Karawang di Telukjambe Timur.

"Lho kenapa tidak menggunakan PDAM Tirtarum saja, atau bekerja sama? Jelas kalau PDAM kan perusahaan milik Pemerintah dalam bentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kalau bekerja sama dengan PDAM kan sedikit banyaknya bisa berkontribusi dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Kabupaten Karawang," Lanjut Andri

"Perum Jasa Tirta (PJT II) tidak boleh tinggal diam, walau pun memang perusahaan tersebut membayar air baku kepada PJT II, tetapi petani yang lahan pertaniannya mengalami kendala air, harus menjadi prioritas utama. Karena memang air yang dialirkan ke tersier diperuntukan bagi lahan pertanian." Desaknya

"Atas dasar adanya keluhan penggarap sawah yang sering kekurangan air itu, kami akan agendakan untuk melakukan audiensi dengan PJT II Purwakarta. Agar segera ada langkah untuk tidak membuat semakin sulit petani. Kasihan mereka para petani, saat ini harga gabah sedang anjlok, jangan dibebani dengan sulitnya pengairan." Tegasnya.

"Dan saya pun curiga, kenapa perusahaan swasta pengolahan air untuk memenuhi kebutuhan perumahan elite tersebut tidak mau bekerja sama dengan PDAM Tirtatarum Karawang? Jangan - jangan tarifnya lebih tinggi atau lebih mahal dari PDAM? Sebab yang saya ketahui, tarif air bersih PDAM Tirtatarum Karawang relatif masih sangat murah." Pungkasnya. (Hys).

 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :