Proyek Desa Rancalabuh Tanpa Plang yang Gunakan APBD 2021 Dikritisi Warga
CYBER88 l Kabupaten Tangerang - Proyek dari Dinas Perkim yang menggunakan APBD 2021 dan diperkirakan berada di 3 lokasi di area Desa Rancalabuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, saat ditemui pada Senin (26/7) disinyalir terdapat kejanggalan.
Di lokasi terlihat beberapa hal janggal, seperti tidak terdapatnya papan plang proyek, juga kulaitas material yang tidak sesuai spek. Hal ini tentu perlu dievaluasi kembali oleh pihak pelaksana pekerjaan.
Hal tersebut muncul atas penilaian LSM APKAN (Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara) Banten, seperti yang disampaikan oleh Jamin. Ia menyayangkan, proyek tersebut dianggap asal-asalan karena tidak mengutamakan kualitas bangunan, sehingga memunculkan tanggapan yang mengutamakan keuntungan.
Menurut Perpres nomor 54 tahun 2010 dan Perpres nomor 70 tahun 2012 tentang Peraturan Regulasi menyatakan, Setiap Pekerjaan Bangunan Fisik yang Dibiayai Negara, Wajib Memasang Papan Informasi Publik.
Jamin merasa kecewa atas hasil pembangunan di lokasi tersebut yang dianggapnya asal-asalan dan berazaskan kantong. Ia menganggap, sebagai masyarakat yang memantau kebijakan pemerintah, kegiatan yang melibatkan uang negara harus dipertanggungjawabkan.
“Kami harapkan kepada pemilik kewenangan, tolong kedepannya harus dievaluasi agar (pelaksana pekerjaan) lebih mengedepankan kualitas, sehingga tidak ada lagi pelaksana yang curang,” pinta Jamin.
Hal serupa juga diungkapkan seorang putra daerah berinisial SM. Ia mengungkapkan, “Saya sebagai masyarakat Desa Rancalabuh, dengan adanya proyek kegiatan ini, beberapa warga menanyakan kepada saya. Namun, saya tidak bisa menjawab yang semestinya kepada warga.”
“Saya sendiri sangat menyayangkan dengan tidak adanya papan keterangan informasi publik atau papan proyek. Saya berharap kedepanya agar setiap bentuk kegiatan, khususnya di wilayah Kecamatan Kemiri, untuk lebih mematuhi aturan dan transparan dalam melaksanakan segala hal kegiatan. Supaya masyarakat tahu siapa pemborongnya, apa nama CV-nya ,dan dari mana sumber anggarannya,” ujarnya.


Komentar Via Facebook :