Masih Laku Dijual, Anton Charliyan Geram Namanya Dicatut untuk Minta Proyek

Masih Laku Dijual, Anton Charliyan Geram Namanya Dicatut untuk Minta Proyek

CYBER88 | Tasikmalaya – Institusi Polri sebagai penegak hukum di Indonesia akan menjadi hal yang menyeramkan bagi para pelaku kejahatan. Slogan “Melindungi, Melayani, dan Mengayomi”, menjadikannya cukup bersahabat di telinga masyarakat, meski bukan untuk “Si Penjahat”.

Bukan hal mudah untuk menjadi bagian dari mereka (Polri), walaupun sebagai abdi negara. Berbagai macam tes dilakukan sebagai standar seleksi, yang ‘tak cukup bagi seseorang yang hanya sekedar “ingin” namun tidak dibarengi dengan kompetensi atau usaha meningkatkan kompetensi yang cukup.

Peran dan fungsi Polri sebagai penegak hukum, seringkali digunakan berbagai macam oknum untuk melakukan pemerasan kepada para pelaku pelanggar hukum. Hal ini menjadi beban moral bagi Divisi Humas Polri untuk membersihkan nama institusinya dari para oknum yang mengaku Polisi tanpa legalitas keanggotaan.

Hal serupa juga diungkapkan oleh salah satu Purnawirawan Polri yang pernah menjadi Polisi nomor 1 di Provinsi Jawa Barat. Meski telah pensiun, namanya pun masih “Laku Dijual” karena sosoknya yang lurus dan tegas saat menjabat. Ialah Irjen. Pol. (Purn.) DR. H. Anton Charliyan, M.P.K.N., pada hari Jumat (6/8/'21)

Cyber88 menghimpun keluh kesah dirinya yang geram atas oknum yang “menjual” namanya untuk merugikan orang lain demi keuntungan pribadi, seperti melakukan pemerasan kepada instansi, meminta proyek kepada pemerintah, juga menjadi calo untuk memeras dengan alasan meloloskan seleksi Calon Bintara Polri.

Pria yang kini kerap disapa “Abah Anton” ini merasa kecewa dan mengatakan, kalau kejadian tersebut hanyalah perbuatan segelintir orang atau oknum yang memanfaatkan saja. Ia mengungkapkan bahwa dirinya ‘tak pernah menyuruh siapapun untuk meminta uang demi meloloskan Calon Bintara pada penerimaan anggota Polri tahun 2021.

Ia pun menegaskan, “Apabila ada oknum yang mengatasnamakan mendapat perintah atau keluarganya, lebih baik tolak saja! Karena sudah jelas-jelas itu oknum yang mau menipu, merugikan masyarakat, serta ingin mencoreng nama baik saya.”

Lanjut Anton, “Beberapa hari ini ada sejumlah kepala daerah di Jawa, Bali, dan Sumatera, hingga kementerian yang menghubungi saya. Katanya, ada rekanan yang minta proyek atas nama saya maupun keluarga.”

“Saya ini apa? Bukanlah pejabat penting.”

“Saya sudah purna bhakti atau pensiunan Polri. Artinya, saya sudah menjadi masyarakat biasa dan tidak mungkin saya berbuat hal tersebut,” tandas Abah Anton yang sosoknya kini sebagai tokoh budayawan.

Mengantisipasi agar tidak semakin merajalela, dirinya mengimbau dan berharap adanya kerja sama dari semua pihak terkait kejadian yang dilakukan oleh oknum tersebut.

“Sudah di luar batas kewajaran dan harus segera dilaporkan ke pihak berwajib. Akan saya cari oknum tersebut beserta bukti-buktinya, sehingga dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Komentar Via Facebook :