Keluar dari Krisis Ekonomi Era Pandemi, AMM Bangkitkan Desa Tertinggal Melalui Perikanan
CYBER88 | Cilacap – Krisis ekonomi yang melanda negeri selama pandemi Covid-19, mengharuskan pemerintah untuk bekerja ekstra keras menanggulangi masalah ini. Beragam wujud bantuan disalurkan untuk masyarakat yang terdampak.
Pemberlakuan pembatasan sebagai upaya perintah untuk meredam pandemi, terus dilakukan. Namun, berdampak pada menurunnya pendapatan usaha, sehingga angka pengangguran kian meningkat.
.jpg)
Tekanan ekonomi dan pembatasan aktivitas luar ruangan, serta minimnya interaksi langsung antarsesama manusia, meningkatkan kadar stres seseorang yang akhirnya berdampak pada kesehatan.
Kondisi ini tidak lantas menyurutkan semangat dan kreativitas untuk melakukan inovasi bagi seorang Eko, sebagai masyarakat dari desa tertinggal di salah satu kabupaten di Jawa Tengah.
.jpg)
Berbekal ilmu yang dipelajarinya di Bogor, Jawa Barat, tentang peternakan lele, Eko Aji Priyono pulang ke kampungnya di Desa Penyarang, Kecamatan Sidareja, Jawa Tengah, untuk membagikan ilmunya dalam bentuk usaha.
Termasuk dalam kategori desa tertinggal, ditambah pandemi Covid-19 yang 'tak kunjung usai hingga membuat perekonomian masyarakat desa semakin sulit, Eko mengumpulkan para pemuda desa untuk membentuk kelompok usaha bernama "Argo Mina Makmur" yang disingkat AMM.
.jpg)
Niat dan semangat mereka membuahkan hasil. Jerih payah mereka untuk membangun desa beserta masyarakatnya mendapat perhatian penuh dari pemerintah setempat setelah 3 bulan.
Rabu (18/8/2021), tidak hanya usaha, namun sekolah ternak ikan lele tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Ditiasa Pradipta, bersama Camat Martono, Kades Rasimin, dan juga Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan, Ir. Susilan.
.jpg)
Kadis Perikanan yang kerap disapa Didit mendukung penuh adanya inovasi para pemuda untuk membangun desa. Berhubung tidak lama lagi masa baktinya, ia membawa Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Cilacap, Indarto, untuk membantu kegiatan usaha tersebut.
Kades Rasimin yang bangga atas inisiatif dan kepedulian Eko mengangkat nama desanya, mendorong BUMDes untuk turut membantu kegiatan usaha AMM yang menurut Rasimin belum pernah ada.
Rencananya lokasi peternakan lele tersebut juga akan dijadikan sekolah ternak dan lokasi wisata edukasi. Meski baru tersedia 263 kolam, Eko bersikeras untuk dapat terbangun 1.000 kolam seperti impiannya, membuat Desa Seribu Kolam.
Kelompok AMM yang kini beranggotakan 52 orang, tidak memusatkan kolam ternak tersebut pada satu titik lokasi, namun tersebar di beberapa rumah penduduk. Karena AMM membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut berwirausaha di tengah pandemi.
Eko yang juga sebagai anggota dari perkumpulan Sangkuriang Lele Organik Indonesia (SLOI) yang diketuai Abah Anas, mendapat dukungan dari para anggotanya. SLOI pun berencana untuk menjadikan lokasi kolam AMM menjadi pusat pelatihan peternakan lele sangkuriang di Jawa Tengah. (DANI DAFFA).


Komentar Via Facebook :