Diduga Kurang Pengawasan, Warga menilai, Pengerjaan Proyek Irigasi di Desa Sindanggalih Tak Sesuai Spek

Diduga Kurang Pengawasan, Warga menilai, Pengerjaan Proyek Irigasi di Desa Sindanggalih Tak Sesuai Spek

CYBER88 | Sumedang -- Pada dasarnya setiap pembangunan yang dananya bersumber dari anggaran pemerintah, memang sudah selayaknya, masyarakat juga ikut serta dalam hal pengawasan pelaksanaan pembangunan tersebut. Ini bertujuan untuk terciptanya hasil pekerjaan yang berkualitas.

Hal tersebut dikatakan Asep, (40) salah satu warga Kabupaten Sumedang. Menurutnya, Pengawasan adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan atau diadakan untuk penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan.

Sangat penting untuk mengetahui sampai di mana pekerjaan sudah dilaksanakan, mengevaluasi dan menentukan tindakan korektif atau tindak lanjut, sehingga pengembangan pekerjaan dapat ditingkatkan pelaksanaannya. 

Dengan demikian pengawasan merupakan segala usaha, kegiatan atau tindakan untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan tugas atau kegiatan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, Jelasnya.

Terkait proyek pembangunan Jaringan irigasi yang ada di Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa barat, yang didanai dari anggaran Bantuan Provinsi Jawabarat Senilai Rp. 191.245.000 dan dinilai tak sesuai spek, Asep sangat menyayangkan hal itu sampai terjadi.

Dugaan yang didasari dari hasil pantauan saya, pengerjaan proyek irigasi tersebut, diduga dikerjakan asal-asalan. Bisa dibilang asal jadi, pasalnya dalam hal adukannya saja sudah tidak benar, terkesan campuran semennya kaya di irit-irit, “Ucapnya pada Cyber88.co.id, Minggu (05/09/21).

"Penggalian pondasinya pun digali cuman dengan kedalaman ± 20 cm, "Imbuhnya.

Lebih lanjut Asep juga menjelaskan, "Intinya program pembangunan irigasi ini, bersumber dari dana pemerintah, jadi saya memohon kepada para pejabat pemerintah terkait pembangunan irigasi ini, untuk turun langsung kelokasi ikut mengawasi 

"Yang saya takutkan pengerjaan proyek irigasi dengan dana ratusan juta ini, hanya bertahan beberapa bulan saja, jangan sampai dengan anggaran ratusan juta, tapi hasilnya tidak maksimal, "Pungkasnya.

Dari hasil pantauan Cyber88.co.id, sebagai mana yang tercantum didalam papan proyek, pekerjaan jaringan irigasi ini sumber dananya dari Bantuan Provinsi (Banprov) dengan nilai anggaran Rp. 191.245.000, dengan waktu pengerjaan 60 hari kalender dan dikerjakan oleh CV. Bungur Kencana.

Sementara itu, Koswara, yang merupakan kepala tukang atau mandor yang mengerjakan proyek tersebut menjelaskan, "Bahwa proyek pembangunan jaringan irigasi ini dibuat dengan panjang 83 meter dengan tinggi 2 sisi yang berbeda.

“Adapun tinggi sisi yang satu yaitu 50cm dan sisi satunya  lagi sebagai gendongnya 120cm dengan tampak 80cm dan untuk lebarnya juga 2 sisi yang berbeda, satu sisi 30cm sementara untuk gendongnya 40cm. "ujarnya.

Komentar Via Facebook :