Konflik Pedagang Pasar Jungjang Dengan Pemdes dan Pengembang Terus Berlanjut

Konflik Pedagang Pasar Jungjang Dengan Pemdes dan Pengembang Terus Berlanjut

CYBER88 I Cirebon -- Himpunan Pengusaha Pasar (Himppas) Arjawinangun kembali lakukan audensi di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Cirebon, Rabu (15/09/2021) pukul 09:30 wib

Dalam acara tersebut kali ini di hadiri oleh kedua belah pihak diantaranya perwakilan Pemerintah Desa Jungjang, Pengembang dan Perwakilan para pedagang pasar Jungjang

Perwakilan Pemerintah Desa di wakili langsung oleh Kepala Desa Jungjang Sutrisno, dan para pedagang pasar di wakili oleh Himpunan Pedagang Pasar (Himpas)

Hadir pula dari DPMPTS , Kadis Lingkungan Hidup (LH) Deni Nurcahya, ST, M,Si, Kasubbag Program Fitroh Suharyono,S.Si, MM, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, Camat Arjawinangun Dedi Efendi,S.Sos dan Perwakilan PT.DUMIB Arief, A selaku pengembang,

Audensi di pimpin oleh Nurholis dari Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon  dan hadir pula H. Mustofa,SH, H. Hanafi,SH mewakili Komisi II.

Dalam audensi tersebut para pedagang kembali menuntut beberapa hal yang menurut mereka sangat tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah di buat sebelumnya.

"Banyak sekali kejanggalan disini, mulai dari pelaksanaan pembangunan, harga kios yang begitu tinggi tanpa adanya musyawarah terlebih dulu dengan para pedagang "ungkap Wahyu salah seorang perwakilan Himpas.

"Bahkan dalam pelaksanaan tersebut terkesan sangat di paksakan oleh pemerintah Desa dan pengembang, diduga mereka hanya mencari keuntungan semata tanpa mempertimbangkan nasib para pedagang," tegas Wahyu

Di tempat yang sama Moh. Luthfi mengatakan "demi untuk kondusifitas Daerah, kami DPRD Kabupaten Cirebon akan melakukan monitoring diskusi dengan perwakilan pedagang pasar, dan pihak Pemerintah Desa Jungjang, pengembang dengan melibatkan Dinas atau instansi terkait untuk mencari solusi yang terbaik.

"Kami akan mendiskusikan hal ini untuk mencari solusi yang terbaik dan setelah ada kesepakatan dari semua pihak, setidaknya pengembang bisa secepatnya menyelesaikan pelaksanaan pembangunan Pasar tersebut dan kemudian para pedagang bisa kembali melakukan rutinitas sebagai pedagang seperti biasa" pungkasnya

Dari audensi tersebut menghasilkan kesepakatan bersama yang dituangkan ke dalam surat DPRD No 513/894/ DPRD dan di tandatangani oleh semua perwakilan. Dalam kesepakatan tersebut salah satunya di sepakati agar pengembang tidak melakukan kegiatan atau Aktifitas apapun yang terkait dengan rencana pembangunan di Pasar Desa Junjang selama 15 hari kedepan, untuk melakukan musyawarah antara Pemerintah Desa Jungjang, BPD, para pedagang pasar,  dan PT. DUMIB mulai 15 September 2021 sampai dengan 30 september 2021, hingga ada kesepakatan yang terbaik. (Hadi. S)

Komentar Via Facebook :