Setelah Kota Cirebon di Guyur Hujan, Ribuan Burung Pipit Mati Tergeletak di Bawah Pohon

Setelah Kota Cirebon di Guyur Hujan, Ribuan Burung Pipit Mati Tergeletak di Bawah Pohon

CYBER88 I Cirebon - Masyarakat Kota Cirebon di hebohkan oleh fenomena langka, pasalnya terlihat ribuan burung Pipit banyak berjatuhan dari pohon dan tergeletak di tanah dalam ke adaan mati. Selasa (14/9/21).

Kejadian tersebut di halaman Sekertariat Balai Kota Cirebon. Dengan kejadian tersebut sontak membuat masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya  yang melihat merasa aneh, mengingat hal tersebut baru terjadi pertama kali di Kota Cirebon, sehingga menimbulkan banyak masyarakat bertanya-tanya, lantaran aneh tanpa di ketahui penyebabnya. 

Bahkan tidak sedikit orang setelah melihat dan mendengar kabar tersebut, kemudian mengaitkan dengan hal-hal mistik sebagai isyarat akan ada kejadian apa dengan kejadian tersebut.

Salah satunya Pa Yatno warga Kec. Pabuaran, pihaknya bertanya-tanya setelah mendengar kabar tersebut.

"Aya alamat naonnya ku ayana kajadian iyeu, (ada isyarat apa ya dengan kejadian ini-red)."ungkap Yatno

Kejadian tersebut setelah Kota Cirebon di guyur hujan lebat sejak tadi malam hingga siang hari , dan setelah itu banyak burung-burung pipit berjatuhan di bawah pohon di halaman Sekretariat Balai Kota Cirebon.

Menurut salah seorang warga bernama Muhaimin (35) mengatakan, burung-burung tersebut sering hinggap di pohon besar tersebut, dan di perkirakan tidurnya pun di pohon tersebut.

"Burung-burung pipit tersebut setiap hari banyak yang terbang dan hinggap di pohon sekitar Balai Kota, di duga tidurnya juga di pohon besar depan Balai Kota,"tutur Muhaemin.

Atas kejadian tersebut petugas pembersih halaman Sekertariat Balai Kota Cirebon berencana akan membersihkan dan menguburkan bangkai burung-burung tersebut, sebab di khawatirkan akan menimbulkan bau busuk.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada pihak-pihak dinas terkait yang melakukan penelitian terkait penyebab kematian burung tersebut, apakah dampaknya bisa berbahaya bagi manusia.
(Red/Hadi. S).

Komentar Via Facebook :