Polisi Fasilitasi Aspirasi Pekerja Migran CPMI Ke Disnakertran Cilacap Saat Kunjungan Presiden RI
CYBER88 | CILACAP- -- Kedatangan Presiden Joko Widodo disambut meriah oleh warga setempat. Ribuan warga tampak menyemut di pinggir jalan pada rute yang dilalui Presiden, Kamis (23/9).
Terkait kunjungan Presiden di Kabupaten Cilacap, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabidhumas, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyatakan secara umum berjalan lancar dan tertib.

"Kami mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang mendukung kunjungan masyarakat ke Jawa Tengah khususnya Cilacap. Panitia penyambutan dari Pemda maupun tim pengamanan dapat menjalankan tugas dengan baik berkat dukungan," kata Kabidhumas.
Diterangkan, pada kunjungan tersebut ada ratusan orang dari Calon Pekerja Migran Indonesia yang ingin mengalirkan aspirasi agar keinginan mereka untuk bekerja di luar negeri terpenuhi.
"Ada beberapa petugas dari Polri dan serta pemangku kepentingan terkait yang melihat kejadian itu. Mereka didatangi dan ditanya tentang mengapa mereka bergerombol. Ini kan masa pandemi," tulisnya.
Setelah diadakan dialog, mereka menyampaikan kesulitan mereka karena setelah menerima pelatihan untuk ke luar negeri sejauh ini belum ditempatkan oleh agen tenaga kerja.
Kapolres cilacap akbp dr leganek mawardi "menambahkan sampai saat ini tidak ada penangkapan yg dilakukan polres justru polri memfasiltasi aspirasi warga yg akan meyampaikan aspirasinya sesuai jalur komunikasi ke dinas tenaga kerja cilacap."

Mereka mengetahui nomor poster yang antara lain berisi tulisan "Pak Jokowi tolong buka GTOG Korea", ""Tolong kami pak Jokowi, CPMI mangkrak 2 tahun," serta "Kami pahlawan devisa #save CPMI GTOG Korea Selatan".
"Akhirnya dari kita menawarkan alternatif agar mereka akan berdampingan langsung untuk bertemu dengan pejabat Disnakertrans setempat. Dan mereka setuju," jelas Kapolres
Ditambahkan, ratusan anggota CPMI tersebut sangat kooperatif dan mau berdialog dengan petugas. Sama sekali tidak ada upaya kekerasan. Dan berterimkasih kpd polri yg memfasilitasi aspirasi mereka.
Mereka juga memahami bahwa selama pandemi kebijakan utama pemerintah adalah mengutamakan keselamatan warganya di semua sektor termasuk pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.
"Intinya, kita mengundang mereka untuk menuangkan aspirasi mereka ke instansi terkait. Perwakilan CPMI 6 orang. Kami juga hadirkan kasih hal ini dengan Disnakertran setempat. Setelah kita berkomunikasi, mereka mengucapkan terima dan berfoto bersama," Kombes Iqbal.
Lebih lanjut Kabidhumas meminta kerjasama semua pihak untuk tidak meperkeruh situasi dengan memanipulasi fakta di lapangan.
"Saya mengajak rekan-rekan yang aktif di media massa atau medsos untuk menulis segala sesuatunya sesuai fakta dan membangun iklim yang membangun," himbau Kabidhumas. (TANTAN).


Komentar Via Facebook :