Anton Charliyan dan Wendi Rivaldi Berharap Pemerintah Perhatikan Masa Depan Atlet
CYBER88 | Ciamis -- Viralnya pemberitaan dibeberapa media online terkait kepulangan beberapa Atlet asal Ciamis dari PON Papua XX, membuat salah satu tokoh Budaya sekaligus mantan Kapolda Jabar irjen (Purn) H. Anton Charliyan angkat bicara.
Baca Juga: Tanpa Adanya Dukungan dari KONI, Warga Cisaga Tetap Meriahkan Penyambutan Atlet PON XX Papua
Dirinya turut prihatin atas beberapa kejadian yang menimpa adik-adik yang telah berjuang untuk mengharumkan nama Kabupaten atau Kota masing-masing terutama Jawa Barat.
"Terutama, Saya baca dibeberapa media online, Kabupaten Ciamis termasuk kategori paling Viral di medsos, mulai dari kepulangan Dyea, Salah satu Atlet Selam juara 1 yang mendapatkan mendali emas sampai pulang naik angkutan umum," ucapnya.
Lanjut Anton, Selain Dyea, Kepulangan Atlet Cabang Bola Volly yang sudah menyumbang emas untuk Jawa Barat yang berasal dari Cisaga Ciamis juga mengundang perhatian.
Selain dua orang anak muda berbakat ini, masih ada satu nama yaitu Ismiyati Nursyamsiah asal Cimaragas Ciamis sebagai Atlet Cabang Aoutdor yang mendapatkan Perunggu.
Masih menurut Anton, dengan banyaknya bakat-bakat yang dimiliki oleh masyarakat, Baik Pemerintah Daerah, Provinsi dan KONI harus bisa memfasilitasi mereka mulai dari kepergian hingga pulang kembali sampai ke kampung halaman.
"Hal ini tidak susah bagi Pemerintah, karena banyak pengusaha baik BUMN ataupun BUMD di wilayah masing-masing. Saya juga pernah mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat selama 33 tahun,
Sehingga tau persis apa yang bisa dilakukan yang terbaik untuk mereka yang sudah membawa harum nama Jawa Barat. Bahkan, untuk para Atlet yang berprestasi hendaknya dipikirkan untuk masa depan mereka," tandasnya.
"Saya merasa kagum terhadap generasi-generasi muda dari Jawa Barat, Semoga mereka bisa terus mengharumkan nama Provinsi kebanggaan kita semua," tambah Anton.
Ditempat terpisah, Wendi Rivaldi saat dimintai keterangan oleh Cyber88 melalui sambungan Celuler menyampaikan, Dirinya tidak menyalahkan pemerintah, baik Pemkab Ciamis atapun Provinsi.
"Selama pemberangkatan ke PON Papua dirinya difasilitasi oleh KONI Jawa Barat mulai tiket pesawat, makan, minum, tempat istirahat dll,
Saat pulang, Turun dari pesawat dibandara. Saya dijemput mobil travel KONI Jabar sampai ke Bandung. Dari sana saya naik Bis Budiman sampai ke terminal tasik, Hingga ahirnya dijemput oleh sepupu dari Ciamis menuju cisaga," ujarnya.
Lanjut Wendi, sesampainya di Karang Kamuliyan, betapa saya terkejut, Karena ratusan kendaraan baik roda empat atau roda dua telah siap menunggu hendaknya mau mengantar pengantin.
"Mereka ternyata bagian Dari masyarakat Cisaga dan Ormas Pemuda Pancasila Cisaga yang sengaja menunggu," paparnya.
Lebih tercengang lagi, Saat datang ke Alun-Alun Cisaga, rekan-rekan Ormas Pemuda Pancasila beserta dengan Muspika sudah menyiapkan panggung hiburan, disitu semua keluarga pun sudah berkumpul.
Masih menurutnya, umur saya saat ini 25 tahun, Mungkin untuk di area PON yang akan datang sudah tidak masuk kategori karena paktor usia. Kalau boleh Saya punya keinginan, Tolong disampaikan oleh rekan media. Supaya para Atlet Ciamis khususnya Jawa Barat, Bisa difasilitasi oleh pemerintah untuk masa depan yang positif.
"Hal ini sangat penting untuk para Atlet, Supaya anak-anak muda lebih bersemangat lagi didalam bidang olahraga apapun itu jenisnya. Adapun cara pemberdayaan dari pemerintah, Mau kerjasama dengan pihak perusahaan baik itu BUMD atau BUMN, Kita sebagai Atlet akan patuh terhadap arahan dari pemerintah," ungkapnya penuh harapan.
"Atas nama pribadi dan keluarga, Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Cisaga, Muspika, Ormas Pemuda Pancasila dan seluruh tokoh agama yang telah memberikan do'a terbaik untuk Saya," pungkasnya. [Samsu]


Komentar Via Facebook :