AP Warga Cidolog Ciamis Meregang Nyawa Saat Menjalani Rehabilitasi Jiwa di Tasikmalaya

AP Warga Cidolog Ciamis Meregang Nyawa Saat Menjalani Rehabilitasi Jiwa di Tasikmalaya

Ilustrasi

CYBER88 | Ciamis -- Seorang warga Dusun Jelegong rt 11 rw 05 Desa Jelegong Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis Jawa barat meninggal dunia di salah satu yayasan yang berada di kota tasikmalaya. Pasien berinisian AP (17) tersebut meninggal saat  sedang menjalani Rehabilitasi Jiwa di yayasan tersebut.

Menurut keterangan JK, Kadus Jelegong mengungkapkan, AP yang merupakan warganya, sekitar tiga minggu kebelakang dibawa ke yayasan DAARUL IMAN untuk menjalani Rehabilitasi Jiwa dengan biaya kurang lebih 2 juta perbulan. 

Anak tersebut sebelumnya dirawat diperkirakan mengalami gangguan akibat obat dan sering mengalami kesurupan, “ucap dia saat dikonfirmasi Cyber88.co.id melalui telepon selulernya Kamis (14/10/2021).

Adapun Kronologis meninggalnya AP, lanjut dia, terjadi pada hari senin (11/10) sekitar jam 15.00 wib dan mayatnya diantar oleh pihak yayasan ke rumah duka. 

“Saya sebagai pemerintahan setempat awalnya belum berani untuk memandikan jenazah almarhum sebelum adanya perintah dari keluarga, “Katanya.

Setelah mayat dibuka, di bagian bibir, Alis, bawah mata terlihat luka lebam seperti bekas benda tumpul. Kebetulan saya yang membuka jenazah almarhum sekaligus yang memandikan beserta kakek dan tetangga setelah mendapat izin dari keluarga.

JK pun mengatakan, bahwa kejadian ini diselesaikan secara kekeluargaan. 

Sehari setelah kejadian, saya bersama keluarga, pak kades dan kaur umum berangkat ke yayasan untuk merundingkan masalah tersebut. Di sana akhirnya terjadilah kesepakatan dan dibuat surat pernyataan damai atau kekeluargaan dimana pihak keluarga tidak akan menuntut terhadap yayasan dikemudian hari atas meninggalnya AP, “Ungkapnya. 

Dari pihak yayasan pun memberikan bantuan untuk pemulasaran jenazah satu juta rupiah saat mengantar mayat dan satu juta setelah adanya surat pernyataan tersebut, “Tambah dia.

Terkait kejadian hingga nyawa AP hillang, menurutnya, ia hanya mendengarkan sepintas keterangan dari pihak yayasan. Kejadian tersebut terjadi pada hari senin saat para santri sedang melakukan sholat subuh, Terjadi cekcok antara AP dengan temannya.

Namun, Untuk lebih jelasnya silahkan pihak media meminta keterangan kepada pihak yayasan supaya lebih jelas, “Tukasnya.

Sementara itu, pemilik yayasan Rehabilitasi jiwa (H. SP) melalui pesan WhatsApp, ia meminta untuk menghubungi sekretaris yayasan. 

Menurut AM, sekertaris, menjelaskan, dirinya sudah berbicara pada rekannya yakni (DI) Untuk tidak memberikan keterangan kepada wartawan. Katanya, dia juga orang media.

Dihubunngi via telepon, DI tak mengungkapkan terkait peristiwa yang terjadi di yayasan tersebut. Ia hanya mengungkapkan, bahwa, Daarul Iman yang terdiri dari yayasan dan pesantren adalah binaanya. 

Kami disini hanyalah sosial, dan tidak pernah mendapat anggaran dari pemerintah atau bantuan apapun, “Ucapnya.

Terkait uang perbulan dua juta, menurutnya, itu untuk keperluan sehari mereka mulai dari makan, sabun mandi, odol dll. 

Ia pun membenarkan, bahwa dirinya sudah 20 tahun jadi wartawan. Bahkan saya juga punya perusahaan TV lokal. 

Adanya kejadian tersebut. AT, Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Ciamis memberikan komentar. Menurut dia, pihak yayasan ataupun Pesantren Rehabilitasi Jiwa khususnya di Jawa Barat agar lebih berhati Hati - Hati, dalam mengelola dan mengawasi para pasien yang mengalami gangguan kejiwaan.  

Jangan sampai kejadian tersebut terulang kembali dikemudian hari, “Ucapnya.

Pemerintahan setempat khususnya Dinas Sosial Kota Tasikmalaya pun harus berperan aktip dalam mengawasi tempat - tempat Rehabilitasi Jiwa yang berada diwilayah tersebut, “Pungkasnya. (Sam )

Komentar Via Facebook :