Diduga Karena Konsumsi Obat Cacing, Puluhan Anak Sekolah di Pamarican Ciamis Sakit

Diduga Karena Konsumsi Obat Cacing, Puluhan Anak Sekolah di Pamarican Ciamis Sakit

Iluatrasi

CYBER88 | Ciamis --  Sejumlah anak didik di Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis Jawa barat mengalami sakit yang diduga karena dampak mengkonsumsi obat Cacing. Pemberian obat cacing pada anak didik tersebut merupakan program Nasional. 

Astra, salah satu tokoh ciamis mengatakan, Program pemberantasan Cacingan pada anak merupakan edukasi dari kemenkes melalui Dinas Kesehatan provinsi dengan maksud dan tujuan untuk perbaikan gizi pada pertumbuhan anak. 

Namun hal tersebut tetap harus disertai dengan fungsional pengawasan yang sesuai SOP agar tidak menimbulkan dampak terhadap anak - anak sebagai penerima manfaat.

"Dengan adanya kejadian ini, Lalu siapa yang akan bertanggung jawab?

Apakah pihak sekolah, Puskesmas, Dinas Kesehatan Ciamis atau Provinsi, "Cetusnya dengan nada penuh tanda tanya

Apalagi, lanjut dia,  Obat Cacing " Albendazole "yang diberikan terhadap anak - anak tak Berlebelkan BPOM dan Depkes RI.

"Ini sangat membahayakan bagi anak. Sebagai masyarakat saya harap, Jangan ada lagi kejadian terulang kembali dikemudian hari. Hal ini pun harus segera dilakukan Verifikasi sebelum terjadi adanya jatuh korban jiwa, "tandasnya.

Ujang, Salah satu warga Desa Bantarsari Kecamatan Pamarican mengungkapkan, "sekitar kurang lebih satu minggu kebelakang. pihak sekolah Dasar Negeri 1 Bantarsari, TK, PAUD membagikan obat  Cacing untuk siswa masing - masing satu botol ukuran 200 mg untuk satu kali konsumsi.

Setelah anak mengkonsumsi obat tersebut, berselang 6 - 8 mengalami gejala mual, pusing, demam, ada juga yang muntah - muntah dll, "Katanya saat ditemui Cyber88.co.id, Jumat (15/10/2021).

Hal tersebut, menurutnya,  memang tidak bersamaan terjangkitnya, Ada yang satu atau dua hari setelah minum obat, baru terasa gejala tersebut. 

Namun yang jelas, hampir puluhan anak didesa ini yang mengalami gejala tersebut. Silahkan pihak wartawan cek sendiri ketiap rt atau rw, "Paparnya.

Ditempat terpisah, H.Tata, Kepala Puskesmas Pamarican saat dimintai keterangan melalui sambungan seluler membenarkan adanya kejadian tersebut.

Kami sudah berusaha semaksimal mungkin menjalankan tugas sesuai SOP, Pemberian obat menurut satu botol kemasan 200 mg / 5 ml untuk setiap siswa. 

"Adapun masalah obat cacing tersebut  pengadaannya dari siapa, Dinas kesehatanlah yang lebih mengetahui, "Ujarnya. 

Menurut Tata, Puskesmas hanyalah menyalurkan obat tersebut sesuai dengan arahan dari dinkes Ciamis.

Supaya lebih jelas, program ini sumbernya dari mana silahkan rekan media minta penjelasan secara langsung kebidang P2P supaya lebih jelas, "Katanya. 

"Saya tidak punya hak untuk menjelaskan diluar kewenangan, "terangnya. 

Cucu, salah satu petugas puskesmas pun turut menjelaskan, sebelum dibagikan Obat Cacing tersebut sempet diperiksa terlebih dahulu oleh bagian apoteker. Berdasarkan hasil pemeriksaan, lebel kadaluarsa yang menempel pada obat tersebut ada dua macam yaitu. Masa kadaluarsa bulan 10/2021 dan 11/2021.

Namun itu belum dikategorikan kadaluarsa jelas dia menirukan penjelasan dari pihak Apoteker. 

Adapun anak - anak yang sakit, sudah ditangani oleh pihak puskesmas. Bahkan kepala puskesmas mengintruksikan kepada kami semua, harus siap 1 X 24 jam apabila tiba - tiba dibutuhkan oleh masyarakat untuk pelayanan khususnya dalam masalah ini, "paparnya. 

Sementara itu, "Kabid P2P Dinas kesehatan ( Dr.Harun ) saat ditemui ditempat kerjanya menjelaskan,  kata dia,  Program ini adalah program Nasional.

Dinas kesehatan kabupaten Ciamis hanyalah penyalur untuk puskesmas sekabupaten Ciamis dari Dinas Kesehatan Provinsi, "Terangnya. 

Artinya, Obat Cacing ini sudah sistem Dropping dari Provinsi. Kami hanya menerima barang lalu dibuat berita acara serah terima, "Imbuhnya. 

Lanjut Harun, masalah ini mungkin disebabkan akibat anak - anak belum makan saat mengkonsumsi obat tersebut. 

Kalau menurut Dosis pemberian sudah sesuai, Untuk anak umur 1 - 2 tahun 200 mg/ 5 ml dan untuk umur lebih dari 2 tahun 400 mg.

Kami akan mendalami penyebab dari semua ini dengan teliti dan hati - hati pungkasnya. ( Samsu)

Komentar Via Facebook :