Kunjungan Minister of Oceans and Fisheries Republic of South Korea ke Waduk Jatiluhur

Kunjungan Minister of Oceans and Fisheries Republic of South Korea ke Waduk Jatiluhur

CYBER88 |  Purwakarta -- Bertempat di Waduk Jatiluhur tepatnya di Istora Restoran, menjadi tempat pertemuan Minister of Oceans and Fisheries Republic of South Korea Moon Seong-Hyeok, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Agung Kuswandono pada Kamis, (14/10/2021).

Ikut hadir mendampingi Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Direktur Utama Jasa Tirta II Imam Santoso, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Jasa Tirta II Anton Mardiyono.

Sekretaris Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Agus Kuswartono mengatakan, sebelumnya Sungai Citarum sangat tercemar dengan kerusakan ekosistem di sekitarnya.

"Pada tahun 2018, Presiden Joko Widodo menginisiasi program revitalisasi DAS Citarum yang tujuannya untuk memulihkan kembali kualitas air dan lingkungan di sekitarnya. Agus mengatakan berkat kerja keras Pemprov Jabar, Kodim, industi dan Perusahaan lainnya, pencemaran tersebut berkurang."

“Berdasarkan kondisi dan permasalahan di atas yang terjadi di Sungai Citarum dan perairan Waduk, dukungan dari negara maju seperti Korea Selatan dalam bentuk pembangunan teknologi diperlukan untuk memecahkan isu tersebut,” ucap Agus Kuswartono.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil sebagai Komandan Satgas PPK DAS Citarum memaparkan hasil pelaksanaan Program Citarum Harum yang telah berlangsung selama tiga tahun. 

Ridwan Kamil menjelaskan program revitalisasi DAS Citarum menggunakan strategi pentahelix yang melibatkan berbagai macam unsur masyarakat, seperti Pemerintah, Industri/Perusahaan, Akademisi, Komunitas dan media massa.

Ia menunjukkan beberapa kegiatan revitalisasi DAS Citarum diantaranya terkait penanganan kualitas air, lahan kritis, sampah dan limbah industri, juga ditunjukkan hasil nyata dari revitalisasi DAS Citarum dimana beberapa lokasi telah berubah drastis dan menjadi kawasan rekreasi yang diminati masyarakat.

Tak hanya itu, Gubernur juga menyebutkan, Waduk Jatiluhur sebagai tampungan terakhir dari sistem waduk kaskade Sungai Citarum merupakan waduk terbesar pertama di Indonesia yang menyalurkan air baku ke DKI Jakarta, sebagai Ibu Kota Negara Indonesia. 

"Waduk Jatiluhur yang dikelola Jasa Tirta II memasok sekitar 80 persen air baku air minum untuk ibokota negara DKI Jakarta dan seluruh warganya juga sebagai sumber air minum untuk wilayah seperti Bogor, Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, dan Bandung Raya," tuturnya.

Direktur Utama Jasa Tirta II Imam Santoso menyambut positif atas pertemuan penting antarnegara ini yang berpeluang membuka kerjasama inovasi, teknologi dalam bidang pengelolaan sumber daya air dan kemaritiman.

“Jasa Tirta II mendukung program Pemerintah. Sudah menjadi kewajiban bagi kami BUMN pengelola SDA memberikan kontribusi terbaik dalam bidang pelayanan sumber daya air untuk masyarakat,” ucap Imam Santoso.

Sejumlah upaya telah dilakukan Jasa Tirta II guna mendukung program Citarum Harum, melalui berbagai program mulai dari melindungi dan melestarikan sumber air melalui program konservasi seperti penataan dan pembersihan Situ Cisanti tempat dimana 7 sumber mata air mulai memberi kehidupan bagi masyarakat.

Konservasi daerah aliran sungai dari hulu sampai hilir seperti penataan Sungai Mati (Oxbow), pengurangan limbah kotoran hewan di sungai melalui penggunaan biogas dengan skema pemberdayaan masyarakat, penataan keramba jaring apung yang diintegrasikan dengan perikanan tangkap berbasis budidaya, serta pengangkatan eceng gondok. [St]

Komentar Via Facebook :