Kekurangan Biaya, Calon Mahasiswa Universitas Al-Azhar Asal PALI Terancam Gagal Kuliah di Kairo Mesir

Kekurangan Biaya, Calon Mahasiswa Universitas Al-Azhar Asal PALI Terancam Gagal Kuliah di Kairo Mesir

CYBER88 | Pali - Kekurangan Biaya Calon Mahasiswa Universitas Al-Azhar Asal PALI Terancam Gagal Kuliah di Kairo Mesir, Universitas Al Azhar Kairo pada Minggu, (23/10/21). Senin, (25/10/21).

Warga Pasar Baru Pendopo, kelurahan Talang Ubi Barat, kecamatan Talang Ubi, kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terancam batal berangkat untuk menimba ilmu ke Kairo Mesir.

Pasalnya, calon mahasiswa bernama Ahmad Khoiril Lubis, yang merupakan salah satu dari 7.000 calon mahasiswa se-Indonesia yang telah lulus seleksi mahasiswa baru Universitas Al-Azhar di Bojonegoro melalui UIN Surabaya pada Mei 2021 lalu itu, terkendala masalah biaya.

Hal tersebut diungkapkan Ahmad saat mengunjungi Sekretariat SMSI PALI, pada Jumat (22/10/21) jalan Merdeka Km 5 Golf Handyani Mulya.

“Masalah dana kak, aku nak berangkat kuliah ke Kairo Mesir,” kata Ahmad saat dibincangi awak media di sekretariat SMSI Pali.

Ahmad menjelaskan, Al-Azhar menggratiskan seluruh biaya hinggah lulus kuliah, tetapi pihak Universitas untuk biaya keberangkatan, asrama dan makan ditanggung mahasiswa.

Ahmad juga menuturkan, sejak Juni 2021 sepulang dari Surabaya, dia dan keluarga baru sudah berupaya maksimal mencari biaya keberangkatan senilai 30 juta rupiah. Namun hingga saat ini pihaknya hanya mampu mendapatkan 10 juta rupiah.

Menghadapi persoalan tersebut Ahmad menyambangi Dinas Pendidikan PALI dan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda PALI, guna mengajukan permohonan bantuan.

“Pihak Dinas Pendidikan dan Kesra mengatakan tidak ada anggarannya,” tuturnya dengan raut penuh kesedihan.

Ahmad mengatakan merasa sangat kecewa karena tetangganya yang kuliah didalam negeri bisa dibantu oleh pemerintah PALI, sedangkan dirinya yang akan menuntut ilmu diluar negeri tidak ada anggaran.

Kekurangan Biaya, Calon Mahasiswa Universitas Al-Azhar Asal PALI Terancam Gagal Kuliah di Kairo Mesir
Akhmad Khoiril Lubis (kiri) Saat Mengunjungi Kantor SMSI PALI.

Selain itu, ujar Ahmad, dia juga sudah menemui Ketua DPRD PALI tetapi diminta untuk menunggu, karena bantuan tersebut akan dirapatkan dengan seluruh anggota Dewan terlebih dahulu.

Kemudian, Ahmad memaparkan, sudah menyampaikan permohonan bantuan kepada Wakil Bupati PALI saat bertemu pada gelaran perayaan Maulid Nabi di Desa Simpang Tais dan ia diminta menghadap di kantor Pemkab PALI.

“Melalui Asisten Pribadi pak Soemarjono dijawab melalui pesan WhatsApp maaf keuangan kami lagi minus, mungkin lain kali,” terangnya.

Diakui Ahmad, dirinya merasa hampir putus asa mencari solusi keberangkatannya, tetapi dirinya  masih yakin pasti ada jalan keluar atas pertolongan allah SWT.

Dia menyebut, ada warga Desa Pengabuan kecamatan Abab yang merupakan anak dari H Ubaidillah anggota DPRD PALI yang lolos bersama dirinya. Ahmad mengatakan, jika pada tanggal 30 Oktober 2021 nanti uang 30 juta tersebut tidak didapatkannya, dipastikan dia akan batal kuliah di Al-Azhar.

Ahmad menyebut, sejauh ini baru ada bantuan secara pribadi dari Kepala Kemenag PALI dan Kabag Humas dan Protokol Setda PALI senilai 1 juta rupiah.

Selain itu, Ahmad berharap kepada semua pihak dapat membantu keberangkatannya. Dia berniat mendalami ilmu agama, ketika lulus nanti dirinya akan mendedikasikan ilmunya dengan membangun Pondok Pesantren di kabupaten PALI.

Ahmad menjadi salah satu rakyat di Indonesia yang mempunyai prestasi di dunia pendidikan. Tetapi akan menjadi miris jika salah satu SDM PALI tidak bisa meneruskan cita-citanya karena terkendala biaya.

Pengetahuan dan kemampuan ini harus dapat diperoleh dari sistem pendidikan nasional. Hal ini dimaksudkan untuk memberi makna pada amanat Undang-Undang Dasar 1945, BAB XIII, Pasal 31 ayat (1) yang menyatakan, bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran”.

Komentar Via Facebook :