Kepala SMPN 2 Kutawaluya Uraikan Kabar yang Beredar

Kepala SMPN 2 Kutawaluya Uraikan Kabar yang Beredar

CYBER88 | Karawang -- Tersiarnya kabar hasil dari rapat Komite dengan para Orang Tua Siswa yang diwajibkan memberikan bantuan/partisipasi untuk siswa kelas 7 dan 8 sebesar Rp 350 ribu, sedangkan untuk kelas 9 sebesar Rp 700 ribu, membuat Kepala SMPN 2 Kutawaluya angkat pendapat.

Dalam keterangannya Abdul Marang selaku Kepala SMPN 2 Kutawaluya menjelaskan,

"Sesungguhnya pihak Sekolah tidak pernah menentukan nominal dan mewajibkan orangtua siswa untuk memberikan bantuan/partisipasi guna menunjang peningkatan program Sekolah." jelasnya kepada Cyber88 di SMPN 2 Kutawaluya. Selasa (26/10)

Dalam rapat tersebut, lanjut Abdul Marang, Pihak sekolah hanya menyampaikan program sekolah yang belum tercover oleh dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) baik Reguler, Apirmasi dan Kinerja seperti Program green school,

Kemudian Pemeliharaan sanitasi lingkungan sekolah, perbaikan lapangan olahraga, peningkatan media KBM, penambahan dan rehab toilet siswa serta untuk menutupi pengayaan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) untuk 11 Mapel (Mata Pelajaran)

Perihal terjadinya kesanggupan memberikan sumbangan guna menjalankan program pendidikan yang belum tercover oleh BOS tersebut, yaitu berdasarkan hasil rapat komite dengan orangtua siswa yang disesuaikan berdasarkan kemampuan orangtua siswa.

Dalam hal ini pihak sekolah tidak ada intervensi menentukan nominal dan atau mewajibkan sumbangan tersebut kepada orangtua siswa.

Pasalnya, dari formulir kesanggupan yang diberikan dan diisi oleh orangtua siswa untuk sumbangan, guna menjalankan program tersebut berpareatif, sesuai kemampuan masing-masing orangtua siswa, yang bisa dilihat dari formulir yang sudah masuk ke Sekolah seperti contoh untuk kelas kelas 7, ada yang memberikan sumbangannya hingga Rp 500 ribu.

Namun ada juga yang memberikan sumbangannya sebesar Rp 300 ribu bahkan ada orangtua siswa yang hanya menandatanganinya saja tanpa menyantumkan berapa nominal sumbangan yang akan diberikannya kepada pihak Sekolah, namun pihak Sekolah tidak mempermasalahkannya dan memakluminya.

"Adapun untuk anak Yatim dan atau Yatim Piatu serta orangtua siswa yang tidak mampu. Tidak diperkenankan untuk memberikan sumbangan dengan cara, bisa langsung datang ke Sekolah untuk memberikan keterangan tersebut kepada pihak Sekolah," pintanya.

Adanya rapat komite sekolah dengan orangtua siswa, guna memberikan dukungan terhadap peningkatan program Sekolah yang ada di SMPN 2 Kutawaluya yang belum tercover oles dana BOS tersebut mengacu pada Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah," pungkasnya. [Hys]

Komentar Via Facebook :