Waspada Tawaran Sepeda Motor Bekas, Surat Sebelah Bisa Jadi Hasil Kejahatan

Waspada Tawaran Sepeda Motor Bekas, Surat Sebelah Bisa Jadi Hasil Kejahatan

CYBER88 | PALI - Polisi amankan puluhan sepeda motor bekas hasil kejahatan,
barang bukti 38 sepeda motor bekas yang diamankan dan saat ini sudah disita penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel.  Selasa, (26/10/21).

Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil membongkar sindikat penadahan puluhan sepeda motor yang dikirim dari Pulau Jawa dengan tujuan sejumlah kabupaten/kota di Sumsel.

Tiga pemasok diamankan tim gabungan Unit 1 dan Unit 4 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Selain itu, polisi juga mengamankan dua orang sopir yang mengangkut 38 sepeda motor dan empat orang penadahnya.

“Kita berhasil mengamankan 9 orang pelaku sindikat penadahan sepeda motor bekas berbagai merek berasal dari Jabodetabek dan Jawa. Barang bukti 38 unit sepeda motor itu sudah kita sita,” kata Wadir Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Tulus Sinaga didampingi Kompol CS Panjaitan, kepada wartawan rilis ungkap kasus.

AKBP Tulus menjelaskan, dari fisiknya, sebagian besar motor tidak memiliki surat BPKB. “Masalah dokumennya masih kita selidiki, untuk keabsahannya kita lakukan pemeriksaan nanti dengan Samsat kita,” ujarnya.

Modusnya? Tulus menegaskan, ada sejumlah pesanan dari Sumsel, seperti di Kota Lubuklinggau ke pemasoknya yang berada di Jawa Barat. “Berapa jumlah yang diminta, dari pemasoknya nanti yang akan menyiapkan. Setelah diselidiki, identitas kendaraan sepeda motor bekas itu surat-suratnya tidak valid. Artinya tidak cocok antara STNK dengan fisik kendaraan. Dan diduga kuat STNK yang ada tidak sesuai dengan STNK terkini, STNK sudah lama,” beber Tulus lagi.

Lanjut Tulus, ke depannya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan. “Kita berusaha mencari korban dari 38 unit yang diamankan. Jika ada, nanti akan kita sesuaikan dengan prosedur yang ada. Bagi yang memiliki kendaraan ini silakan saja datang dan melaporkan,” tambah Tulus.

Perwira menengah (Pamen) ini menjelaskan lagi, untuk tindak kejahatan ini adalah penadahan, karena mengangkut kendaraan barang hasil kejahatan. Untuk peran tersangka sendiri, tugasnya ada yang menampung di Lubuklinggau, memperjualbelikan kepada warga, ada sebagai pengangkut, ada juga yang mempersiapkan di Jawa Barat, juga ada yang sebagai penghubung antara pembeli dengan pemasok.

“Dugaan kuat ini adalah jaringan. Artinya begini, karena pelaku ini sudah berkesinambungan antara Lubuklinggau, Jawa Barat, dan Bengkulu. Jadi kalau saya sebut berkesinambungan barangkali tidak berlebihan,” timpal Tulus.

“Saat ini lagi kita dalami karena dugaan kuat aksi ini bukan pertama kali, kegiatan semacam ini sudah berulang kali dan berulang. Untuk harganya, jika sampai ke tangan pemesan bervariasi, tergantung besarnya kendaraan, pabrikan. Mulai Rp 3 juta, Rp 5 juta, Rp 6 juta hingga Rp 13 juta,”

Komentar Via Facebook :