Dodi Alex Noerdin dan Kadin PUPR Terjaring OTT KPK Dugaan Suap Pengadaan Barang dan Jasa Infrastruktur di Musi Banyuasin

Bapak dan Anak Bersamaan Menikmati Hasil Uang Korupsi

Bapak dan Anak Bersamaan Menikmati Hasil Uang Korupsi

Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap KPK (int)

CYBER88 | Sekayu – Kembali korupsi memakan korban jiwa. Tidak hanya kalangan bawah, kali ini memakan korban yang notabene dikatakan sebagai Bupati terbaik. Minggu, (17/10/21).

Dimana kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat (15/10) malam melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada Bupati Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, periode 2017-2022, Dodi Reza Alex Noerdin yang ditangkap bersama Kepala Dinas PUPR.

Baca juga : Alex Noerdin Bantah Terima Uang Dari Pembangunan Masjid Sriwijaya

Sejumlah pejabat Kabupaten Muba yang terjerat OTT dimana sebanyak 6 orang lainnya termasuk Bupati Kabupaten Muba dan beberapa ASN di lingkungan Pemkab yang terjaring dalam OTT telah tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Sabtu (16/10/21) sekira pukul 10 : 10 WIB.

Selain Dodi, KPK juga menetapkan HM selaku kepala Dinas PUPR Kabupaten Muba, EU selaku Kepala Bidang SDA Kabupaten Muba, dan SUH selaku pihak swasta yaitu direktur PT Selaras Simpati Nusantara.

KPK mengamankan Dodi di sebuah hotel di Jakarta, kemudian dibawa ke KPK. Dari kegiatan ini, selain mengamankan uang Rp270 juta, KPK juga mengamankan uang dari ajudan bupati Rp1,5 miliar.

Kasus ini terkait proyek Pemkab Musi Banyuasin yang dananya bersumber dari APBD dan bantuan Pemprov. Dodi diduga melakukan arahan kepada HM, EU dan pejabat lain di PU Banyuasin agar lelang direkayasa dengan membuat list paket kerjaan dan telah tentukan calon rekanan.

Dodi diduga menentukan persentase fee dari setiap paket kerjaan. Komitmen fee yang akan diterima Dodi yaitu Rp2,6 miliar. Sebagai realisasi empat proyek, didiga SUH telah menyerahkan uang melalui HM dan EU.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri sebelumnya mengatakan kegiatan tangkap tangan itu berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa infrastruktur di Kabupaten Musi Banyuasin.

Pemeriksaan terhadap ASN di Pemkab tersebut dilakukan di Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Penangkapan Dodi oleh KPK dilakukan tak lama setelah ayahnya, Alex Noerdin, terjerat kasus korupsi di Kejaksaan Agung. Ada dua perkara korupsi yang menyeret Alex hingga akhirnya berstatus tersangka kasus korupsi.

Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan hal tersebut dimana  OTT yang dilakukan KPK terkait dugaan suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur di Kabupaten Muba Sumatra Selatan.

“Dalam kegiatan tersebut, tim KPK mengamankan beberapa pihak pejabat di lingkungan Pemkab Muba. Sejauh ini ada sekitar enam orang di antaranya Bupati Muba dan beberapa ASN di lingkungan Pemkab Muba,” kata Ali dalam keterangannya di Jakarta melalui press confernce pada Sabtu (16/10/21).

Sehari sebelumnya, Tim Penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan dan penyegelan di ruangan dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Musi Banyuasin pada Jumat, (15/10/21).

Beberapa ruangan tersebut terlihat disegel dengan tulisan dalam pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyegelan beberapa ruangan tersebut dilaksanakan pada Jum’at malam sekira pukul 22.15 Wib.

Menurut informasi yang dihimpun, tim Penyidik KPK tersebut telah berada di lokasi sejak Pukul 21.30 Wib untuk mensterilkan lokasi Penyegelan yang hingga kini tampak beberapa ruangan tersegel dan terpalang menggunakan kayu.

Untu diketahui, Bupati Dodi merupakan anak dari mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Agung.

Tak ada sepatah kata pun keterangan dari tim penyidik saat di tanyai wartawan terkait penyegelan ruangan dinas PUPR tersebut.

Sampai berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari pihak KPK terkait adanya OTT tersebut. **

Komentar Via Facebook :