DPC PDI Perjuangan Peringati Maulud Nabi Dan Hari Santri Nasional

DPC PDI Perjuangan Peringati Maulud Nabi Dan Hari Santri Nasional

CYBER88 I CIREBON - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW. Peringatan tersebut di selenggarakan di Kantor Sekertariat Jln. Pangeran Cakrabuana Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, Selasa, (2/11/21).

Acara di hadiri oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Drs. H. Imron, M.Ag, KH. Bahrudin, Kiyai Murtadho, Ketua Fraksi PDI Perjyangan DPRD Kabupaten Cirebon H. Mustopa, SH.

Tausiah di isi oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon Drs. H. Imron,M.Ag yang akarab di sapa Imron dan oleh Kiyai Murtadho atau yang akrab di sapa Kang Tadho, keduanya adalah merupakan alumni Ponpes Babakan Ciwaringin.

Menurut Imron, PDI Perjuangan di setiap momen hari besar nasional dan hari besar Islam selalu merayakan atas intruksi ketua Umum DPP PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai cara untuk tidak melupakan sejarah kehidupan beragama dan kehidupan berbangsa.

Imron mengatakan, "JAS MERAH," jangan sekali-kali melupakan sejarah, sebab siklus kehidupan manusia tidak bisa lepas dari sejarah, sejarah tersebut sesuai dengan jamannya, jaman sesuai dengan sejarahnya," ujar Imron.

Masih menurut Imron, Maulid Nabi adalah merupakan sejarah bangkitnya manusia dari jaman jahiliyah yang di awali oleh Nabi Muhamad, SAW, sehingga sampai saat ini umat muslim masih bisa menikmati indahnya ahlakul karimah yang di ajarkan Nabi Muhamad, SAW.

"Kemerdekaan Indonesia pun tidak terlepas dari sejarah, sehingga hari ini kita bisa menikmati kemerdekaan dari hasil sejarah perjuangan Bung Karno, dan KH. Hasyim As, hari yang di dukung oleh para santri dan para pahlawan lainnya, sehingga Indonesia bisa merdeka," tegas Imron.

Menurut Imron, Indonesia merdeka adalah menyatunya kaum nasionalis dan relegius yang sampai saat ini menjadi rujukan negara yang berazaskan Ketuhanan yang Maha Esa, maka dari itu nasionalis dan religius tidak bisa di pisahkan dari kehidupan bangsa kita. 

Dan sejarah akan menjadi rujukan perjalanan suatu kaum atau suatu bangsa, sehingga suatu kaum atau bangsa tersebut tidak kehilangan rel kehidupan dari sejarah dalam beragama dan sejarah bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa," pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kang Murtadho dalam tausiahnya mengajak hadirin untuk bersyukur kepada Allah, sebab Allah telah memberikan nikmat kesempurnaan pada manusia yang lebih sempurna dari mahluk-mahluk yang lain.

"Terutama kesempurnaan dalam berpikir karena telah di beri sel otak yang selalu aktif," kata Kang Tadho. (Hadi,S)

Komentar Via Facebook :