BAI Aceh Timur, lagi-Lagi Medapat Aduan Terkait Adanya Aturan Penyaluran Bansos Covid-19 yang Dikeluhkan Penerima Bantuan

BAI Aceh Timur, lagi-Lagi Medapat Aduan Terkait Adanya Aturan Penyaluran Bansos Covid-19 yang Dikeluhkan Penerima Bantuan

CYBER88 | Aceh Timur -- Badan Advokasi Indonesia (BAI) Wilayah Aceh Timur lagi-lagi mendapatkan laporan dari masyarakat terkait bantuan sosial penanggulangan dampak pandemi Covid-19. Masyarakat mengeluh dengan aturan yang mensyaratkan dalam pengambilan hak harus disertakan surat vaksin.

Adanya laporan tersebut, Razali, anggota investigasi B.A.I mencari informasi terkait permasalahan tersebut. Menurtutnya, ada kejanggalan dalam penyaluran bantuan sosial untuk warga terdampak pandemi ini. 

“Masih banyak kejanggalan yang terjadi seperti adanya bantuan Sembako PPKM program Pemerintah Pusat akan tetapi hanya 3 bulan yang di dapat kan, yang saya herankan penerima Sembako, BNPT, BLTDD dan BST ada juga yang menerima, “Ungkap Razali pada dalam keterangan tertulisnya pada Cyber88.co.id, Selasa (24/11/2021) 

Razali berharap, pihak Pemerintah tak memaksakan aturan aturan bagi penerima bantuan yang belum divaksinasi.

“Jika memang pemerintah ingin memberikan bantuan terhadap Rakyat jangan paksakan mereka untuk melakukan hal yang tidak ingin mereka lakukan. Berikan saja haknya jangan persulitkan rakyat dalam pengambilan haknya, “Ujarnya.

Ia pun mengaku, ada masyarakat yang mengadu dan mereka sangat membutuhkan bantuan tersebut untuk keperluan sehari-hari.

“Ada masyarakat yang menyampaikan kepada saya, mereka sangat berharap ada bantuan seperti itu dikarenakan sangat membantu dalam setuasi saat ini. Namun dikarenakan ada syarat yang seperti itu biarlah untuk mereka saja, “Katanya melanjutkan.

Razali mengemukakan, meskipun ada peraturan presiden yang mengatur tentang bagaimana proses prosedur pembagian bantuan, akan tetapi, menurutnya, Aceh punya hak istimewa untuk mengatur kembali bagaimana proses pembagian bantuan.

“Jangan khianati para pejuang terdahulu yang ingin menyejahterakan Rakyat Aceh khususnya, “punkasnya. (cek kiy)

Komentar Via Facebook :