Mitra PG. Subang Keluhkan Pemotongan Dana Bantuan Dari Kementan Sebesar 430rb/Orang. Kasie Bidang Perkebunan: Itu Tidak Benar

Mitra PG. Subang Keluhkan Pemotongan Dana Bantuan Dari Kementan Sebesar 430rb/Orang. Kasie Bidang Perkebunan: Itu Tidak Benar

CYBER88 | Subang -- Belum lama ini pemerintah pusat melalui kementrian pertanian (Kementan) telah menambah berbagai program bantuan pada tahun 2021. 

Program tersebut terdapat pada Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Hortikultura, Ditjen Perkebunan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Ditjen Prasarana dan Sarana pertanian.

Sayangnya masih ada saja oknum nakal yang menyalah gunakan program tersebut. Seperti adanya dugaan potongan uang bantuan untuk para poktan (penggarap) seperti yang terjadi pada AP dan HJ mitra PG. Subang dan kawan kawan poktan.

AP mempunyai garapan seluas 4 (hektar) diwilayah Pasir Bungur Kec. Purwadadi, Kab. Subang, mengeluh dengan adanya potongan sebesar Rp.430.000 (empat ratus tiga  puluh ribu rupiah) dari total bantuan sebesar Rp.1.430.000 (satu juta empat ratus tiga puluh ribu rupiah).

Dijelaskanya bahwa, di fase pasca panen, dinas pertanian memberitahukan melalui Kabid (Kepala bidang) perkebunan bahwa ada bantuan sebesar Rp.1.430.000/hektar untuk rawat ratun bukan rawat PC. 

"Terus, kalaupun petani penggarap mempunyai beberapa hektar, bantuan hanya turun untuk satu hektar dan subsidi setengah hektar," jelasnya pada awak media Cyber88, Rabu (24/11/2021).

Masih tutur AP, Contohnya saya punya 4 hektar tanah garapan, bantuan hanya turun untuk 1 hektar dan di subsidi 1/2 hektar. Sesuai hasil kesepakatan sebesar Rp.2.100.000 (dua juta seratus ribu rupiah) untuk satu hektar setengah pada kenyataanya menerima Rp.1.500.000 ( satu juta limaratus ribu) dan sudah dikemas dalam amplop saat pengambilan di dinas, berarti ada potongan sebesar Rp.600.000.

Menurut AP pada saat pengambilan uang bantuan ke Dinas ada beberapa orang perwakilan kelompok (penggarap mitra PG. Subang) yang sama untuk mengambil bantuan, semua bantuan uang sudah dikemas dalam amplop.

"Semua uang yang diterima sudah dikemas dalam amplop, hampir semua penerima bantuan menerima Rp.1.000.000 untuk satu hektar yang seharusnya bantuan diterima senilai Rp.1.430.000 untuk satu hektar. Ini potongan Rp.430.000 / orang / penggarap, kalo misal ada puluhan atau sampai ratusan penggarap sudah berapa," ungkapnya.

Ironisnya, AP tidak pernah melihat secara tertulis rincian bantuan yang diterimanya, hanya lisan saja ada bantuan.

"Waktu Saya mengambil uang bantuan itu sudah dikemas dalam amplop tidak ada rincian berapa sebenarnya jumlah uang bantuan tersebut. Yang saya tidak nyaman ada bahasa, "lah dibawahmah tinggal nerima uang saja," pungkas AP.

Ditempat terpisah Kepala Seksi (Kasie) bidang perkebunan Riki Damayanto selaku penanggung jawab urusan bantuan dari Kementan untuk para Gapoktan membantah adanya potongan uang sebesar Rp.430/hektar/penggarap.

"Itu uang tidak diambil di Dinas " Wallohi" tidak ada pengambilan langsung tapi melalui transper kerekining ketua kelompok sesuai Standard Oprasional Prosedur (SOP) karena saya belum pernah ketemu penggarap, artinya sama sekali tidak berhubungan dengan kelompok tani," ujarnya, Kamis (25/11/2021).

"Sekali lagi takutnya ada fitnah dan jadi sorotan, saya tidak melakukan adanya pemotongan bantuan dari kementan, terus masalah rincian berapa jumlah bantuan dan apa saja untuk tertulisnya itu ada, itukan tugas ketua kelompok yang mempunyai kewajiban untuk memaparkan pada anggota kelompok," pungkasnya. [Rud]

Komentar Via Facebook :