Lagi,, Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan Kembali Terjadi di Majalengka, Seorang Jurnaslis Disiram Air Kopi 

Lagi,, Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan Kembali Terjadi di Majalengka, Seorang Jurnaslis Disiram Air Kopi 

CYBER88 | Majalengka -- Jurnalis atau wartawan, pada dasarnya, adalah setiap orang yang berurusan dengan warta atau berita. Kebutuhan terhadap informasi kini sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap harinya. 

Peran jurnalistik dan komunikasi di era milenium seperti sekarang ini semakin terasa. Seperti tercantum dalam Undang-Undang No. 40/1999 tentang Pers, Dalam masa kebebasan pers sekalipun, justru semakin banyak kasus kekerasan yang menimpa wartawan.

Tentu saja Kasus kekerasan terhadap jurnalis masih menjadi ancaman serius terhadap kebebasan pers di Indonesia. Selain menghadapi kekerasan fisik, mereka juga sering menghadapi kekerasan secara psikis yang dilakukan pihak pihak yang merasa terganggu tak terkecuali dari unsur oknum pemerintahan.

Di Kabupaten Majalengka Jawa barat, akhir-akhir ini ada beberapa kasus yang menimpa sejumlah Jurnalis saat melakukan tuganya. Dari mulai dipukul oleh oknum ormas, Kemudia wartawan di tantang duel, oknum BPD bentak Wartawan dan lainnya.

Baca Juga : Lagi!! Sikap Arogan Dipertontonkan Unsur Pemerintah Desa di Majalengka. Kali Ini, Dilakukan Oleh Oknum BPD

Kekerasan yang dialami wartawan, kembali terjadi di Wilayah Kabupaten Majalengka. Adanya kejadian tersebut, sontak menjadi bahan pembicaraan di kalangan para Jurnalis. Peristiwa itu terjadi pada hari kemarin tanggal 29 November 2021. Informasi yang beredar, Yahya salah satu wartawan media Modus Investigasi disiram dengan air kopi oleh oknum Kepala Desa Sukaraja Kulon, Kecamatan Jatiwangi. 

Yusup Maulana salah satu wartawan Modus Invetigasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Kata dia, Wartawan yang mengalami penyiraman air kopi itu adalah wartawan Modus Investigasi Biro majalengka.

"Ya.. benar pak, ada kejadian itu. Yang disiram air kopi itu adalah wartawan yang bergabung di Media Modus Invetigasi dan kejadiannya pada waktu siang hari tepat hari Senin kemarin tanggal 29 November 2021,”Terang Yusup saat dikonfirmasi melalui WhatsApp oleh Cyber88.co.id, Selasa (30/11/2021)  

Dia menuturkan, “wartawan Modus Investigasi tersebut dijemput oleh salah satu orang tak dikenal menggunakan roda dua disaat sedang melaksanakan tugas dan tidak menyangka akan diperlakukan seperti itu.

“Wartawan kami dijemput oleh salah satu orang tak dikenal menggunakan roda dua disaat sedang melaksanakan tugas dan rekan kami yang bernama Yusuf Yahya diperlakukan seperti itu, “Ujar Yusup Maulana.

Baca Juga : Tak Terima Anggaran BUMDes Diungkit, Oknum Sekdes di Cidenok Marah dan Ajak LSM Serta Wartawan untuk Berduel

Menurut Ajis, wartawan yang pada saat itu bersamaan dengan Yahya saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya kejadia tersebut. Ia pun tidak menyangka rekannya akan diperlakukan seperti itu karena yang menjemput Yahya itu terlihat akrab dengannya. 

“Awalnya saya tidak menyangka akan ada kejadian seperti itu. Soalnya sepengtahuan saya dia itu seperti akrab saat dijemput. Bahkan saya tanya mau kemana, Yahya mengatakan, “sebentar kesini dulu” dan kemudia dibonceng oleh orang yang menjemputnya, “Kata Ajis

Kata Ajis, tak lama kemudian dia mendapat informasi bahwa rekannya dibawa ke salah satu tempat dilingkungan desa dan sedang dikerumun warga, sekitar kurang lebih 20 orang dan di sana ada kepala desa Sukaraja Kulon, Kardiman.

Sementara itu, Yusuf Yahya yang dikabarkan mendapat perlakuan tak senonoh dari orang nomor saru di Desa Sukaraja Kulon mengaku, bahwa didirnya memang benar disiram Air kopi panas oleh oknum kepala desa.

“Ya.. pak benar ada kejadian seperti itu. Saya tidak ada kecurigan pada saat sedang melaksanakan aktivitas di wilayah Jatiwangi tau- tau ada ajakan untuk menemui Kades oleh salah satu warga desa Sukaraja kulon untuk bertemu dengan kadesnya. Saat sampai di sana saya kaget karena banyak orang sekitar kurang lebih 20 orang dan di situ ada kadesnya, “Ungkap Yusup Yahya,

Menurutnya, pada saat itu Kades terkesan kurang baik dan tidak ramah. Dia dituding telah membuat berita sepihak dan tak melakukan konfirmasi. Yahya pun menjelaskan pada Kades, berita tersebut tayang setelah dia datang ke desa untuk konfirmasi namun tak bertemu dengan Kepala Desa. 

“Saya langsung ditanya ditengah warga dan dituding berita yang dibuat tidak ada komfirmasi dulu dengannya. Padahal sebelum tayang berita saya sudah datang ke kantor desa untuk komfirmasi, namun tidakl bertemu Kades nya, “Ucapnya.

“Saya merasa kaget saat Kades langsung mengambil gelas yang terisi air kopi dan menyiramkannya pada saya sehingga mengenai tepat ke muka saya dan bajupun basah tersiram air kopi panas. Sayapun langsung mundur untuk mendapatkan pertolongan pada muka saya yang kena siraman air panan, Turut Yahya,

Setelah mendapat informasi dari beberapa sumber terkait adanya dugaan kekerasan terhadap wartawan, Cyber88.co.id mencoba menghubungi kepala desa via WashApp untuk dikonfirmasi. Namun, sayangnya Kepala Desa Sukaraja Kulon ini tak bisa dihubungi. 

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua LSM LAKRI Rudiat, SH., sangat  menyangankan atas adanya dugaan kekerasan terhadap awak media yang sedang menjalankan tugasnya.

Ia Berujar, sebagai pejabat publik seharusnya bisa memberikan contoh terhadap warganya, baik etika maupun sopan santun. Karena pejabat publik selaku kepala desa seharusnya dapat memberikan tauladan untuk masyarakatnya sendiri.

Sikap kooperatif dan kerjasama terhadap insan Pers sebagai mitra pemerintah mestinya harus dijaga. Karena sebagai kontrol keberadaan media telah diatur oleh Undang-Undang 40 tahun 1999 tentang Pers, “Ulas Rudiat.

Ia berharap, kedepan para kepala desa dapat bersinergi dengan Media serta LSM untuk dapat salung mengontrol yang tentunya untuk kemajuan desa itu sendiri. (Tatang)

Komentar Via Facebook :