Proyek Samisade Tahap 2 di Desa Ciburuy Dinilai Kurang Berkwalitas, Warga Bingung Mau Komplain pada Siapa?
Ketebalan Rabat Beton Program Samisade di Desa Ciburuy Hanya 8 Cm, Warga Bingung Mau Komplain pada Siapa?
CYBER88 | Bogor -- Meskipun program satu milyar satu desa (Samisade) yang diterapkan Pemerintah Desa Ciburuy Kecamatan Cigombong di Kampung Cibandawa RW 07 untuk betonisasi diakui sangat bermanfaat, namun hasil pelaksanaannya yang dinilai kurang baik dan kurang memuaskan dikeluhkan oleh masyarakat.
“Kalau dibilang puas ya tidak. Karena kalau dilihat, dari standar kurang. Namun kami tidak bisa komen terkait kwalitas karena bukan kita yang mengelola, dan kami hanya bisa menerima hasil pekerjaan dalam kondisi apapun, “Ucap Uun Setianingsih Ketua RW 07 saat ditemui Cyber88.co.id Kamis (10/2/2022).
Meski demikian, dia mengaku, kalau dilihat dari segi positifnya program tersebut disambut dengan baik oleh masyarakat karena sebelumnya jalan ini sudah jelek.
“Alhamdulilah program ini sudah sampai di wilayah kami dan sangat bermanfaat bagi warga di sini karena jalan ini merupakan urat nadi bagi perekonomian, “Lanjut dia.
Terkait standarisasi ketebalan yang dia tau, Ujar dia, memang kenyataannya tidak sesuai dengan yang ditentukan yakni 15 Cm. padahal dia berharap minimal 10 Cm.
“Meskipun kita tidak puas, tapi kita tidak bisa protes dan mau protes pada siapa, “Cetus Ketua RW.
Ketua RW pun berharap, karena di wilayahnya sudah terjadi seperti itu, dirinya berharap kedepan kalau ada program seperti ini, harus dilakukan pengawasan yang ketar dari tingkat yang lebih tinggi dan adanya sosialisasi terlebih dahulu. Ia juga berharap hal ini tidak terjadi di wilayah lainnya.
Baca Juga : Program Bupati Bogor Samisade, Hasilnya Kembali Dikeluhkan Warga
Diberitakan sebelumnya, beberapa warga komplain lantaran ketebalan betonisasi hanya rata-rata setinggi 8 cm. Namun warga merasa bingung harus pada siapa melakukan komplain karena saat pengerjaan program Samisade Tahap 2 itu dilapangan tidak ada yang mengawasi.
Merekapun hanya melakukan cuitan dan menduga-duga adanya indikasi korupsi. Apalagi mereka tau pihak pihak yang semestinya terlibat dalam program ini seperti TPK tidak dilibatkanoleh Pemerintah Desa. Hal ini pun hanya menjadi sebuah pertanyaan besar, ada apa ??
Sementara itu, saat di temui awak media Cyber88 dikediamannya, Budi, selaku TPK mengatakan bahwa pihaknya merasa tidak dilibatkan dalam Samisade tahap 2.
Menurutnya, sebelum pelaksanaan tahap 2, Kepala harus bertemu dengan masyarakat yangakan menerima manfaat, supaya masyarakat tau kepada siapa melakukan complain kalau dinilaiada persoalan. Pelaksana yang harus pertanggung jawab baik siang maupun malam.
Sementara saya saja yang dekat tidak diberitahunan, “Ujar Budi.
Budi menandaskan, pelaksanaan Samisade di Kampung Cibandawa RW 07, intinya tidak ada pengawalan sehingga timbul persoalan.
Di tempat terpisah ditemui dilokasi proyek Samisade, beberapa warga yang merasa kecewa dengan hasil pembangunan proyek menuturkan bahwa tugas seluruh elemen masyarakat untuk mengawasi Program yang di andalkan oleh pemerintah untuk terciptanya hasil pekerjaan sesuai dengan apa yang direncanakan.
Mereka berharap kalau memang diduga terjadinya penyimpangan anggaran, oleh para oknum yangbermain demi kepentingan pribadi harus diperiksa oleh aparat penegak hokum (APH).
Dan kami sangat mendukung supaya ada efek jera dan tidak terulang di wilayah lain, “Pungkasnya. (Alip)


Komentar Via Facebook :