Secara Tunai, BPNT di Kecamatan Banjaran Mulai Disalurkan. Tomas: Jangan sampai ada lagi Pengkondisian yang Merugikan Penerima Manfaat

Secara Tunai, BPNT di Kecamatan Banjaran Mulai Disalurkan. Tomas: Jangan sampai ada lagi Pengkondisian yang Merugikan Penerima Manfaat

CYBER88 | Bandung -- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama tahun 2022 mulai disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Namun pencairan program bantuan sembako tahun ini, berbeda dengan sebelumnya. Karena saat ini bantuan diberikan secara tunai, bukan non tunai. Presiden Jokowi pun menyebut bukan lagi BPNT.

Guna percepatan pencairan dana bantuan sembako, Kementerian Sosial menggandeng PT Pos Indonesia untuk mengantarkan dana hingga ke rumah penerima (door to door).

Pencairan dana ini sudah dilakukan serentak mulai Minggu, 20 Februari 2022. Tahap pertama dilakukan untuk tiga bulan sekaligus, yakni Januari, Februari, dan Maret. Sehingga yang diterima KPM uang sejumlah Rp 600 ribu. 

Seperti terpantau Cyber88.co.id di aula Kecamatan Banjaran, sejumlah KPM sejak pagi tadi sudah mengantri proses pencairan yang dilakukan oleh pihak PT Pos.

Untuk menjaga penyebaran Covid-19, petuga gabungan dari unsur Polsek, Danramil dan Pol PP mengawal ketat pelaksanaan protokol Kesehatan (Prokes). Setiap KPM diwajibkan memperlihatkan kartu vaksin. Sementara yang tak menunjukan kartu vaksin, harus mengikuti vaksinasi yang sudah disiapkan oleh petugas.

Asep Supriadi, anggota Pol PP Kecamatan Banjaran penerapan Prokes yang cukup ketat ini guna menghindari penyebaran Covid-19. 

Selain harus menunjukan Kartu Vaksin, para KPM pun harus menggunakan masker dan menjaga Jarak, "Kata Asep saat ditemui Cyber88.co.id Kamis (24/2) di aula kantor Kecamatan Banjaran.

Sementara, sambung Asep, yang belum melaksanakan vaksin harus mengikuti vaksinasi yang telah disiapkan oleh petugas.

Untuk penyaluran dana sembako tunai ini, kata Asep, satu harinya diberikan untuk KPM di 4 desa.

"Jadi kalau dihitung, untuk wilayah Kecamatan Banjaran penyaluran dapat selesai selama tiga hari, "Ujarnya.

Alhamdulillah para KPM tertib mengikuti ketentuan yang diberlakukan oleh petugas, "Imbuh Asep.

Sementara itu, Anah, salah satu KPM asal Desa Mekarjaya saat ditemui awak media mengucapkan Alhamdulillah hari ini sudah mendapatkan dana bantuan untuk membeli kebutuhan Sembako sebesar Rp.600 ribu.

"Kanggo ibu mah artos sakieu teh Ageung. Ibu kalintang bingahna kengin bantosan to Pamarentah nu tos merhatoskeun jalmi alit. (Buat ibu, uang sebesar ini sangat besar. Ibu sangat senang mendapatkan bantuan dari pemerintah yang peduli terhadap rakyat Miskin), "Ucap Anah dengan nada terharu.

Ia pun mengatakan, uang yang diterimanya akan segera dibelanjakan kebutuhan sembako untuk tiga bulan.

Terkait adanya penyaluran BPNT yang kini diberikan secara tunai, salah satu tokoh masyarakat Banjaran yang tak mau disebut namanya mengapresiasi langkah - langkah yang dilakukan oleh Kementrian Sosial.

Karena menurutnya, dengan diberikan secara tunai, rakyat miskin akan bebas membeli kebutuhan sembako yang diperlukannya.

Tidak ada lagi rakyat miskin seolah dipaksa di Agen atau E-Warong mendapatkan sembako yang telah dipaketkan, "Katanya.

"Apalagi harganya lebih mahal dari pasar atau warung biasa, "ucapnya.

Ia berharap, dengn diberikannya secara tunai program sembako ini, tidak ada lagi permainan - permainan dan dugaan adanya kongkolikong pihak pihak terkait yang merugikan rakyat miskin.

Oleh karena itu dirinya berharap, pihak aparat hukum yang terlibat salam program ini benar benar mengawasi program sosial untuk rakyat miskin ini dan jangan ada lagi pengkondisian untuk mengarahkan KPM belanja di Agen atau E-Warong yang di tunjuk.

Biarkan warga memilih kebutuhan dapur sesuai kehendaknya, "Katanya.

Meski demikian, Ia mengajak, perlu juga pantauan semua pihak agar uang tersebut jangan sampai dibelikan yang bukan untuk kebutuhan sembako (Eman)

Komentar Via Facebook :