BBM Masuk Kota Waisai, Antrian Panjang Terlihat di Jalan 30 Utama
Antrian panjang kendaraan roda dua si area jalan 30 utama kota Waisai (Foto: istimewa)
CYBER88 | Raja Ampat -- Antrian panjang Kendaraan roda dua terjadi di SPBU jalan 30 utama kota Waisai, Raja Ampat.antrian ratusan kendaraan roda dua tersebut dipicu lantaran terjadi kelangkaan BBM pada beberapa waktu kemarin.
Pantauan media ini di lapangan, Sabtu (26/2/2022), para pengendara mulai mengantri Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Petramax sejak siang hari tadi, bahkan sejumlah kendaraan roda dua masih terpantau mengantri hingga sore hari tadi.
Kelangkaan BBM tersebut ditenggarai persediaan kuota BBM di kota waisai yang terbilang sedikit. Selain itu, kondisi cuaca alam yang kurang bersahabat beberapa hari kemarin, sehingga mengakibatkan keterlambatan mobilisasi BBM dari kota Sorong ke Kota Waisai Raja Ampat.
Pada pekan kemarin, Pemerintah Daerah melalui Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindag) telah mengeluarkan himbauan kepada pihak pengelola SPBU di kota Waisai.
Himbauan tersebut berkaitan dengan larangan kepada pihak SPBU untuk mengalirkan bahan bakar minya BBM jenis Pertalite, Pertamax kepada pedagang BBM eceran di kota Waisai.
Kepala Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Raja Ampat, Samsuddin Nimanuho saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/2/22) hari kemarin menyatakan, Pedagang BBM eceran kota waisai tidak memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan dalam UU tentang Migas.
Bahwa pedagang BBM eceran tidak mengantongi izin penjualan. Selain itu, tempat penyimpanan BBM dijual juga tidak memenuhi standarisasi, sehingga sewaktu waktu dapat memicu adanya kebakaran di dalam kota.
Indikator berikutnya yakni, Raja Ampat merupakan daerah wisata, sehingga penjualan BBM eceran di emperan jalanan kota waisai dinilai mengganggu estetika wajah kota Waisai yang menjadi sentral pelayanan para wisatawan.
"Selain tidak aman dalam penyimpanan, karena mereka (pengecer, Red-) menaruh BBM di dalam rumah mereka, hal ini sangat beresiko. Selain itu, terkait dengan estetika kota. Raja Ampat ini adalah daerah wisata,sebab itu penjualan BBM eceran di pinggir jalan ini akan menganggu estetika kota", jelas Sam.
Ia juga menegaskan bahwa penjualan BBM eceran merupakan satu tindakan yang ilegal, sebab itu pemerintah daerah akan secara ketat mengawasi para pedagang BBM eceran di Waisai.
(Mcp)


Komentar Via Facebook :