Program Samisade Hingga Kini Belum Selesai, Kasi Ekbang Kecamatan Cigombong Tegur Pemdes Ciburuy
CYBER88 | Bogor -- Terkait pekerjaan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di Desa Ciburuy yang hingga kini belum selesai, bahkan hasil pekerjaannya dinilai masyarakat kurang memuaskan, Pihak Kecamatan Cigombong sudah melakukan teguran secara lisan dan tulisan pada Pemdes Ciburuy.
Hal tersebut disampaikan Ade Suryana, Kasi Ekbang Kecamatan Cigombong saat dikonfirmasi Awak media melalui WhataApp, Kamis 17 Maret 2022.
Ade berharap, program yang menjadi andalan Bupati Bogor ini untuk segera diselesaikan karena waktu pelaksanaannya sudah terlewat.
"Juga supaya pekerjaan yang bel selesai iti tidak mengganggu aktifitas warga, "Kata Ade.
Ade menekankan, program ini harus berjalan sesuai prosedur sehingga dapat meningkatkan sarana dan prasarana insfratuktur khususnya di wilayah Kecamatan Cigombong.
Kata Ade, kalau memang pihak pelaksana tidak segera menyelesaikan pekerjaan, pihaknya akan melaporkan pada Insfektorat dan DPMPD. Karena sambung dia, pekerjaan yang belum selesai sangat merugikan masyarakat yang kini mengeluh
Seperti diberitakan sebelumnya, program samisade yang ada di wilayah Kecamatan Cigombong yang dikerjakan Prayoga diduga tidak sesuai harapan. Berdasarkan hasil penelusuran Cyber88.co.id, hampir setiap Desa pekerjaan diduga tidak sesuai dengan sfesifikasi.
Sehingga, banyak hasil pekerjaan yang belum lama dibangi sudah retak. Bahkan ditemukan coran yang sudah rontok akibat koefisien yang tidak tepat.
Tak hanya itu, jembatan yang ada di Desa Ciburuy yang dikerjakan oleh Prayoga hinga kini belum seslesai. Warga bilang itu pekerjaan Mangkrak lantaran didanai oleh anggaran program Samisade tahun 2021.
Sandi selaku pelaksana, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan, untuk pekerjaan di Pasir Jaya, sudah dimulai kembali, namun sempat terhenti karna ada trouble faktor cuaca.
"Kalau untuk kwalitas Beton bisa konfirmasi langsung ke Kantor Prayoga beton. Karna saya tidak bisa menjawab terkait kwalitasnya sesuai atau tidak dengan program Samisade, "Terang dia.
Ditanya pekerjaan Jembatan Ciburuy yang sampai sekarang belum beres, Sandi tidak memberi jawaban.
Sementara, beberapa warga yang enggan disebut nama menyatakan merasa dirugikan sebagai penerima manfaat. karena, warga harus memutar arah kalau mau keluar kampung atau masuk kampung.
"Biasa kalau naik ojek dari depan sampai rumah Rp.5.000, sekarang jadi Rp.10.000, "Keluh Warga.


Komentar Via Facebook :