Sebut akibat perang Rusia Ukraina, Kedubes USA di Indonesia Michael D. Quinlan meminta Jokowi bisa menerapkan kebijakan yang memberi dampak stabilitas bagi pasar

Rusia No Comment, USA Kritik Kebijakan Presiden Jokowi Larang Ekspor CPO

Rusia No Comment, USA Kritik Kebijakan Presiden Jokowi Larang Ekspor CPO

CYBER88 | Jakarta -- Tugas berat Presiden Joko Widodo sebagai orang nomor 1 di negara +62 tidaklah mudah.

Saat negara alami kelangkaan minyak goreng akibat ulah mafia yang tak lain anak bangsa sendiri mau tidak mau membuat pakde Jokowi banting stir dengan membuat kebijakan yang di sebagian jajaran pemegang kekuasaan yang kontra atas kebijakan beliau mulai kebakaran jenggot, Rabu (27/4).

Setelah mengumumkan untuk tidak berlakukan ekspor CPO Refined, Bleached, Deodorized (RBD) palm olein yang merupakan bahan baku minyak goreng mulai Kamis (28/4) besok dan lebih memilih memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri, salah satu negara adidaya mulai kepanasan.

Negara Paman Sam, satu dari 12 negara penerima CPO dalam negeri melalui Juru Bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, Michael D. Quinlan, meminta Jokowi bisa menerapkan kebijakan yang memberi dampak stabilitas bagi pasar.

Quinlan mengatakan kebijakan yang memungkinkan pasar stabil sangat diperlukan karena ketidakpastian tengah meningkat di level global. Salah satunya karena perang Rusia-Ukraina yang telah menaikkan harga pangan dunia termasuk USA yang memiliki ketergantungan besar terhadap CPO asal Indonesia.

"Kami meminta Pemerintah Indonesia untuk terus menerapkan kebijakan yang dapat memastikan lingkungan perdagangan yang transparan, stabil, dan dapat diprediksi," ungkap Quinlan.

Kedubes AS juga sampaikan jika iklim perdagangan dan investasi yang dapat diprediksi menjadi sangat penting saat ini dibanding sebelumnya, mengingat volatilitas rantai pasokan global dan ancaman inflasi pangan global.

Berbeda dengan AS, Rusia justru enggan berkomentar banyak terhadap kebijakan terbaru dari Jokowi. Sebab, menurut Atase Pers Kedubes Rusia untuk Indonesia Denis Tetyushin, kebijakan ini harus diperhitungkan dulu berbagai dampaknya.

"Terlalu dini untuk berkomentar karena kita harus menghitung semuanya terlebih dahulu," ujar Tetyushin.

Sementara Malaysia dan India juga belum ingin memberi respons terhadap kebijakan baru Jokowi. Untuk diketahui, Malaysia merupakan sesama produsen CPO terbesar di dunia bersama Indonesia. Sedangkan India merupakan salah satu pembeli setia CPO nasional.

Sebelumnya, Jokowi sengaja melarang ekspor RBD palm olein karena ingin pasokan minyak goreng meningkat di dalam negeri. Harapannya, hal ini bisa memberi dampak penurunan harga minyak goreng di masyarakat. Targetnya, harga minyak goreng curah bisa turun sampai Rp 14 ribu per liter.

Komentar Via Facebook :