PMK Sudah Mewabah di Asahan, Dinas Peternakan Diminta Perduli
CYBER88 | Asahan - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit hewan yang paling ditakuti di dunia Penyakit ini termasuk kelompok Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). PMK disebabkan oleh virus yang bersifat akut dan penularannya sangat cepat pada Sapi, Kerbau, Babi, Kambing, Domba dan hewan berkuku genap terkhusus untuk ternak, walaupun tingkat mortalitasnya rendah PMK disebut juga sebagai air borne disease karena sangat kecilnya virus ini mampu menyebar cepat dengan bantuan angin sampai ratusan kilometer. Jumat, (20/05/22).
Dalam hal ini PJ Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Asahan (FP UNA) Muhammad Azril Ilham sangat menyayangkan jika Pemkab Asahan acuh tak acuh menyikapi hal tersebut dimana virus dan penyakit itu sudah masuk ke Asahan.
"Terutama di Desa Gedangan itu sapi banyak yang mengalami PMK sangat disayangkan jika hal ini tidak menjadi perhatian," jelas Azril Ilham.
Dikatakannya belajar dari kasus outbreak PMK di Inggris (2001), ternyata hanya dalam waktu 14 hari saja seluruh wilayah Inggris Raya sudah terinfeksi. Penyakit ini telah memorak porandakan perekonomian negeri itu. Jika koefisien teknis analisisnya dikonversi pada data saat ini, kerugian ekonominya mungkin tidak kurang dari Rp 20 Triliun.
"Hal ini belum dihitung besarnya biaya pengendalian, dampak sektor primer, dampak sektor pengolahan, dampak yang terkait dengan turisme dan nonpertanian, serta dampak hilangnya peluang perdagangan dan akan terjadi keterperangkapan pangan daging sapi nasional," jelasnya dalam pengertian kerugian.
Selain kerugian ekonomi yang terjadi tersebut, kerugian sosial pun cukup memprihatinkan.
Kini di sentra wabah di Aceh tepatnya di Kabupaten Aceh Tamiang, telah beredar isu (via medsos) bahwa masyarakat jangan memakan daging dan susu sapi karena diduga akan tertular. Dampak selanjutnya dimungkinkan akan terjadi stunting yang yang meningkat berkaitan dengan outbreak PMK yang terjadi di Aceh tepatnya di Kabupaten Aceh Tamiang pada awal Mei 2022 ini telah melakukan penyebaran yang begitu pesat hingga masuk ke wilayah Sumatera Utara, hampir 70% penyebaran PMK ini terjadi pada hewan ternak sapi di kabupaten Asahan tepat nya dikecamatan Pulo Bandring Desa Gedangan, hal ini membuat pupuslah sudah harapan Indonesia untuk meraih swasembada daging sapi 2026 dan menjadi lumbung ternak Asia 2045.
"Pasalnya, berdasarkan analisis tersebut di atas dan pengalaman yang terjadi untuk terbebas dari PMK, dibutuhkan waktu yang panjang (100 tahun)," cetusnya.
Dikatakannya sejauh ini juga Pemkab Asahan tidak ada lakukan SOP pencegahan PMK di Asahan terkhusus di Kecamatan Pulo Bandring padahal wabah tersebut sudah memasuki di Asahan dan ini menjadi penilaian kami bahwa Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan acuh tak acuh.
"Saya berharap keperdulian dari Pemkab Asahan harus langsung cepat tanggap," terangnya. *


Komentar Via Facebook :