Anton Charliyan: PP Jabar Harus Mampu Jadi Benteng Terdepan Terhadap Siapapun yang Ingin Merubah Ideologi Negara

Anton Charliyan: PP Jabar Harus Mampu Jadi Benteng Terdepan Terhadap Siapapun yang Ingin Merubah Ideologi Negara

CYBER88 | Bandung -- Peringati hari lahir Pancasila, Mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) DR. H. Anton Charliyan menghadiri seminar kebangsaan yang bertempat di Rumah Perjuangan sebagai Markas kedua DPW Pemuda Pancasila Jabar, Bandung, Rabu (1/6).

Pada kesempatan tersebut, Anton mengatakan, Pancasila tidak hanya sekadar filosofi atau dasar negara. 

Namun Lebih dari itu, Anton menegaskan Pancasila harus menjadi Norma dan Etika yang dapat menjadi pedoman Nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut diungkapkan Anton, saat menjadi salah satu Narasumber pada seminar kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, yang digelar oleh Pemuda Pancasila baru-baru ini.

“Selain itu, patut diwaspadai masih adanya kelompok tertentu yang ingin mengubah ideologi Pancasila,” tegas Anton.

Anton mengungkapkan, ini merupakan sebuah perjalanan sejarah yang pernah terjadi di Indonesia, sehinga muncul istilah kelompok EKI= Ektrim kiri yang berhaluan Marxis Komunis yang lebih dikenal PKI, dan EKA= Extrim kanan yang mengatas namakan Agama yang dikenal dengan DI-TII, yang bertujuan ingin mendirikan NII. 

"Belum lagi ncaman-ancaman Global, yakni:  paham liberal, Kapitalis, Matrealistis, dll. Dan yang paling rentan adalah gerakan Radikal yang mengatas namakan agama, khususnya Islam, seperti ISIS, HTI, Ikhwanul Muslimin, Jamaah Islamiah, dll, yang kita saksikan bersama, sudah berhasil memporak porandakan Timur Tengah. Dan kini sedang gencar-gencarnya beraksi dan hadir di Indonesia. Yang jelas-jelas merupakan ancaman nyata terhadap Ideologi Pancasila yang harus kita Antisipasi bersama," paparnya.

"Sekalipun Pancasila dikatakan Sakti, namun kita tetap harus terus meningkatkan Kewaspadaan,” tegas Anton.

“Apabila tidak waspada !!! tidak menutup kemungkinan, Pancasila akan tersisihkan diganti dengan Ideologi Baru," tambah Abah Anton, pangilan Akrab Anton Charliyan yang juga dikenal sebagai Budayawan Sunda dan Penggiat Anti Intoleransi. 
 
Masih kata Anton, adapun salah satu cara untuk mengantisipasinya yakni dengan mengokohkan sikap Sabilulungan sebagai nilai khas Masyarakat Sunda, yang merupakan Dasar dari Nilai Gotong Royong sebagai intisari dari Pancasila itu sendiri. 

"Yakni senantiasa Bergandengan tangan membangun Kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, saling menghargai, saling menghormati, sebagai sesama anak bangsa tanpa membedakan Suku, Ras agama maupun Golongan,

Serta tidak terjebak dengan provokasi-provokasi yang senantiasa menjelekan Negara dan pemerintahan yang bersifat menghasut, Mengadu domba, menebar Kebencian fitnah, Hoax dll yang akan merusak keutuhan NKRI. 

Sebagaimana yan sudah terjadi di Timur Tengah seperti Lybya, Suriah, Afganistan, Iraq, dll menjadi Negara yang selalu rusuh dan semakin miskin. Kita harus membuka mata dan mau belajar dari sejarah yang terjadi di Negara-negara Timur Tengah," bebernya.

"Disini Pemuda Pancasila harus mampu menjadi Benteng terdepan, siapapun yamg mencoba merusak keutuhan NKRI dan Ideologi Negara, Bila memang PP serius menginginkan "Pancasila Abadi" sebagimana yel-yel, slogan Pemuda Pancasila yang setiap saat dikumandangkan di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua MPW Jabar Dian Rahardian yang juga pernah jadi Ketua KNPI.  

Selain Anton dalam seminar Kebangsaan tersebut, hadir juga sejumlah tokoh Jabar di antaranya mantan Gubernur Jabar DR. H. Ahmad Heryawan,Sekretaris MUI Jabar DR. Kh. Rafani Achyar, Anggota DPRD Jabar, DR. Abdy Yuhana, Budayawan Sunda Dian Rahardian dan mantan teroris Asep Kalipaksi.  

Acara seminar Kebangsaan ini merupakan Inovasi baru PP Jabar untuk meningkatkan jiwa Nasionalisme para anggotanya, diikuti seluruh MPC kabupaten berlangsung tertib dan penuh Antusias. 

Komentar Via Facebook :