DPD LSM GEMPUR Sorot Status Penyidikan Korupsi Proyek Penimbunan Lokasi MTQ Pelalawan, Bung Arif: Kami Fokus Amati Kasus

DPD LSM GEMPUR Sorot Status Penyidikan Korupsi Proyek Penimbunan Lokasi MTQ Pelalawan, Bung Arif: Kami Fokus Amati Kasus

CYBER88 I Pelalawan - Terkait dugaan kasus korupsi (nama proyeknya apa menurut data) tanah timbun lokasi Musabaqoh Tilawah Qur'an (MTQ) di Kabupaten Pelalawan Riau, yang pagu anggarannya bernilai Rp 4,5 Miliar, kemudian dimenangkan perusahaan dengan kontrak Rp 3,7 Miliar kegiatan Proyek APBD tahun 2020 lalu, kini mendapat sorotan dari berbagai elemen, seperti LSM GEMPUR Riau.

"Kasus ini juga sudah sejak lama dan ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Namun pihak Kejaksaan Negeri Pelalawan nampaknya belum siap menetapkan siapa saja yang bakal dijadikan tersangka dalam kasus perkara korupsi penimbunan lahan itu," demikian ungkap Bung Arif, Ketua LSM GEMPUR (gerakan pemantau kinerja aparatur negara) provinsi Riau, kepada CYBER88, Sabtu, (18/06/22).

Diketahui, meskipun masa kontrak pengerjaan penimbunan  sudah habis pada Desember tahun 2020 lalu, proyek yang bersumber dari APBD-P Kabupaten Pelalawan tahun anggaran 2020, hingga Januari 2021 masih dikerjakan. 

Akhirnya dalam  perjalanannya, proyek penimbunan seluas 4 Ha, di lokasi rawa rawan banjir area lahan Islamic Centre MTQ tidak sesuai spesifikasi sehingga terdapat kerugian negara. 

Namun menurut Bung Arif, sesuai informasi diperoleh, bahwa pihak Tim Pidsus Kejari setempat telah menaikkan kasus penanganan statusnya hingga ke penyidikan, sejak mulai 18 April 2022 lalu sudah bergulir namun sampai saat ini belum ada kejelasan dan keterangan dari Pidsus Kejari siapa pihak yang bertanggung-jawab dalam perkara dugaan rasuah tersebut.

Kita berharap, kejaksaan negeri pelalawan prioritas dan fokus terhadap temuan ini,agar secepatnya dapat menentukan siapa yg bertanggungjawab terhadap kerugian negara. Saya atas nama masyarakat dan ketua DPD LSM GEMPUR Riau mengapresiasi penuh kinerja kejari dalam kasus ini dan saya harap apresiasi ini semakin menguatkan tekad dan semangat kejari pelalawan dalam memberantas kasus-kasus tindak pidana korupsi di Pelalawan yang kita cintai ini," jelas bung Arif.

Pantauan Cyber88 di lapangan penimbunan, bila musim hujan kondisi tampak berlumpur, sementara rumput semak mulai  tumbuh menghiasi sekitar bekas rawa. Adapun kegiatan penimbunan di Dinas PUR Pelalawan, yang pelaksana rekanan PT. Superita Indo Perkasa dan diawasi oleh penyedia Jasa Consultan dari CV Altis Konsultan. 

Kejari Kabupaten Pelalawan Silpia Rosalina, SH, MH, melalui Kasintel, Fasthatul Amul Azmi, SH, MH, ketika dikonfirmasi  via WhatsApp nya, Sabtu,(18/06/22), pihaknya belum membalas konfirmasi, hingga berita ini diekspos.

"Saya selaku ketua DPRD LSM GEMPUR bersama media CYBER88 akan tetap selalu fokus dalam mengamati perjalanan kasus ini sampai tuntas," tutup bung Arif.

Komentar Via Facebook :