Sejumlah Orang Tua Siswa dan Siswi Alumni SMPN 1 Jatiwangi Tahun 2022 Keluhkan Adanya Pungutan Uang Pasca Acara Perpisahan
CYBER88 | Majalengka --Sejumlah orang tua siswa dan siswi Alumni SMPN 1 Jatiwangi tahun ajaran 2022, merasa kecewa terkait adanya pungutan uang sebesar 225 Ribu yang dilakukan pihak sekolah dengan dalih untuk biaya perpisahan, ditambah 45 Ribu untuk biaya PPDB secara online bagi siswa yang mau melanjutkan sekolahnya ke SMA atau SMK Negri secara kolektif melalui pihak sekolah.
Uniknya, rasa kecewa dan ketidak puasan diantara orang tua siswa ini muncul, justru setelah acara perpisahan yang dilaksanakan pihak sekolah sendiri, selesai dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 21-06-22
Seperti halnya dengan apa yang dikatakan beberapa orang tua siswa pada awak media cyber88.co.id, Sabtu (25/06/22)
Mereka para orang tua siswa rata rata mengatakan, "Kami selaku orang tua siswa berharap, untuk kedepannya pihak sekolah harus lebih bijaksana dalam menentukan besarnya uang perpisahan,
jangan sampai dengan nilai yang cukup besar tapi acara perpisahannya terkesan dilaksanakan biasa biasa saja dan jangan sampai acara perpisahan itu juga dibuat sebagai ajang untuk mencari untung
Abdul Hakim, Kepala sekolah SMPN 1 saat Dihubungi awak media Via Telepon WathsApp, Minggu (26/06) menjelaskan, "Memang benar pak, acara perpisahan itu sudah selesai dan kami laksanakan pada hari Selasa kemarin, tanggal 21/06.
"Adapun untuk biaya perpisahan yang nilainya 225 Ribu untuk satu siswa, itu semua sudah merupakan hasil rempugan antara komite dengan orang tua siswa, "Ungkapnya.
"Dari jumlah 352 siswa dan siswi alumni tahun 2022 itu, hanya 90 % saja yang bayar uang perpisahan tersebut, "Imbuhnya.
"Sebenarnya, kami dari pihak sekolah itu, hanya sebatas mengetahui dan menghadiri saja saat adanya musyawarah antara komite dengan orang tua siswa.
"Selain itu juga, acara kegiatan perpisahan itu, atas dasar dari kemauan pihak siswa dan siswi melalui ketua OSIS, bukan kemauan pihak sekolah, "Terangnya.
"Dari nilai 225 ribu persatu siswa itu, setahu saya semuanya dipakai untuk biaya sarana panggung, Snack, dan biaya makan, serta jamuan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan baik untuk orang tua siswa, beserta tamu undangan
Terkait untuk biaya PPDB, Abdul Hakim sendiri menjelaskan, "Itu hanya kebijakan lokal saja dan tidak memaksa, tapi murni untuk mengurus kebutuhan pendaftaran karena melalui online
"Perlu saya jelaskan ya pak, sekarang ini pendaftaran lewat online melalui aplikasi via internet yang mana setiap anak belum tentu bisa mendapatkan internet dan kebetulan kami sendiri bisa mempasilitasinya
"Kami juga mempersilahkan kepada siswa atau siswi kalau memang mau daftar sendiri sendiri juga silahkan, yang jelas tidak ada paksaan
"Kami disekolah melayani hingga sampai jam 5 sore, bahkan hingga larut malam untuk bisa menyambung online, yang jelas saya tegaskan pihak sekolah tidak memaksa, "Pungkasnya. ( Tatang )


Komentar Via Facebook :