Dorong Internasionalisasi Bahasa, UNJA Targetkan Jadi Pusat Pelatihan dan Sertifikasi BIPA Terkemuka
Rektor Universitas Jambi (UNJA) dan peserta foto bersama. Cyber88-SW
CYBER88 | Jambi - Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa Universitas Jambi (UNJA) menggelar Seminar Internasional Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Acara tersebut mengusung tema utama tentang internasionalisasi bahasa Indonesia serta pemahaman lintas budaya.
Seperti diwartakan unja.ac.id, kegiatan yang dilangsungkan di Gedung Unifac Lantai 3 Kampus UNJA Mendalo pada hari Senin, 28 September 2026 ini dirancang untuk mendiskusikan strategi penguatan bahasa nasional di kancah global secara komprehensif.
Seminar ini menghadirkan jajaran narasumber ahli di bidangnya dari dalam maupun luar negeri. Para pembicara tersebut meliputi akademisi terkemuka, praktisi BIPA, hingga alumni program internasional.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UNJA, Helmi, yang memberikan sambutan penting mengenai dinamika kebahasaan. Rektor menyoroti berbagai tantangan penggunaan bahasa Indonesia di tengah pesatnya era digital.
Rektor menilai bahwa perkembangan media sosial telah memengaruhi kualitas berbahasa di kalangan generasi muda saat ini. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi berbahasa yang baik dan benar sangat diperlukan agar diakui dunia internasional.
Ketua UPA Bahasa UNJA, Eddy Haryanto, turut menyampaikan pandangannya terkait tantangan strategis pengembangan kebahasaan. Pihaknya memiliki target besar untuk menjadikan UNJA sebagai pusat pelatihan dan sertifikasi kompetensi bersama BNSP.
Ketua Panitia Seminar Internasional BIPA, Reli Handayani, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 52 pemakalah. Para peserta dan pemakalah tercatat hadir secara daring maupun luring dari berbagai negara sahabat.
Kehadiran peserta dari Thailand, Malaysia, Yaman, hingga Pakistan menunjukkan kuatnya daya tarik bahasa Indonesia. Antusiasme global ini membuktikan bahwa posisi bahasa pemersatu bangsa semakin diperhitungkan di kancah internasional.
Melalui penyelenggaraan seminar internasional ini, UNJA menegaskan komitmen dalam mendukung diplomasi kebudayaan dan diharapkan mampu mengangkat martabat bahasa Indonesia di tingkat global.(SW)
Jambi - Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa Universitas Jambi (UNJA) menggelar Seminar Internasional Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Acara tersebut mengusung tema utama tentang internasionalisasi bahasa Indonesia serta pemahaman lintas budaya.
Seperti diwartakan unja.ac.id, kegiatan yang dilangsungkan di Gedung Unifac Lantai 3 Kampus UNJA Mendalo pada hari Senin, 28 September 2026 ini dirancang untuk mendiskusikan strategi penguatan bahasa nasional di kancah global secara komprehensif.
Seminar ini menghadirkan jajaran narasumber ahli di bidangnya dari dalam maupun luar negeri. Para pembicara tersebut meliputi akademisi terkemuka, praktisi BIPA, hingga alumni program internasional.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UNJA, Helmi, yang memberikan sambutan penting mengenai dinamika kebahasaan. Rektor menyoroti berbagai tantangan penggunaan bahasa Indonesia di tengah pesatnya era digital.
Rektor menilai bahwa perkembangan media sosial telah memengaruhi kualitas berbahasa di kalangan generasi muda saat ini. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi berbahasa yang baik dan benar sangat diperlukan agar diakui dunia internasional.
Ketua UPA Bahasa UNJA, Eddy Haryanto, turut menyampaikan pandangannya terkait tantangan strategis pengembangan kebahasaan. Pihaknya memiliki target besar untuk menjadikan UNJA sebagai pusat pelatihan dan sertifikasi kompetensi bersama BNSP.
Ketua Panitia Seminar Internasional BIPA, Reli Handayani, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 52 pemakalah. Para peserta dan pemakalah tercatat hadir secara daring maupun luring dari berbagai negara sahabat.
Kehadiran peserta dari Thailand, Malaysia, Yaman, hingga Pakistan menunjukkan kuatnya daya tarik bahasa Indonesia. Antusiasme global ini membuktikan bahwa posisi bahasa pemersatu bangsa semakin diperhitungkan di kancah internasional.
Melalui penyelenggaraan seminar internasional ini, UNJA menegaskan komitmen dalam mendukung diplomasi kebudayaan dan diharapkan mampu mengangkat martabat bahasa Indonesia di tingkat global.(SW)


Komentar Via Facebook :