Merasa Tak Ditanggapi Pemerintah Daerah Warga Gelar Aksi Damai Mengadu ke Presiden
CYBER88 | Mesuji - Sejumlah massa lakukan aksi damai dengan membawa banner bergambar Presiden Jokowi. Aksi damai dilakukan oleh masyarakat Desa Mulya Agung Kecamatan Simpang Pematang Mesuji Lampung, Kamis (7/7/20022).
Unjuk rasa didasari ketidak puasan warga atas realilasi dari kesepakatan bersama dari musyawarah sebelumnya.
Musyawarah yang sat itu dihadiri oleh Indra Kusuma mewakili Bupati Kabupaten Mesuji (Saply TH) dan juga pihak perusahaan, dengan hasil kesepakatan akan adanya ganti rugi kepada masyarakat terdampak limbah sebesar Rp.13.000 000,00 dalam setiap Hertare lahan terdampak limbah.
Namun diduga karna belum juga adanya itikat baik dari pihak PT Garuda Bumi perkasa ini sehingga masyarakat merasa kesal dan memutuskan melakukan aksi damai.
Kepala Desa Mulya Agung Sonny Imawan saat di konfirmasi awak media mengaku kaget melihat masyarakat rame membawa banner.
"Saya terus terang terkejut Mas melihat masyarakat rame membawa banner dan melakukan aksi damai seperti ini, saya selaku Kepala Desa bisa sampai tidak tahu akan ada aksi seperti ini," Ujar Sonny.
Menurutnya, masyarakat beramai-ramai membawa banner bertuliskan Presiden Ir. Joko Widodo, bertuliskan “Tolong Kami, selamatkan masyarakat Desa Mulya Agung Kabupaten Mesuji Lampung, tiga belas tahun kami terkena limbah PT. Garuda Bumi Perkasa”.
“Waduh gawat ini Mas lapor ke pak Presiden, ya saya selaku Kepala Desa sudah berbuat semaksimal mungkin untuk warga saya, namun jika mereka kurang puas mau gimana lagi Mas,” jelas Sonny.
"Kami Pemerintah Desa Mulyo Agung, akan segera sampaikan kepada atasan saya Mas kepada Penjabat Bupati Mesuji Drs. Sulpakar M.M semoga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terpenuhi," tambah Sonny.
Marmi(41) peserta aksi dan juga korban limbah berharap aspirasinya didengar oleh Presiden RI Jokwi.
"Kami berharap aspirasi kami dapat didengar Bapak Presiden Ir H. Joko Widodo, karena menurut kami di Provinsi Lampung ini, kami merasa hampir sudah tidak ada tempat lagi untuk kami masyarakat mengeluh dan mengadu, nyatanya sampai saat ini kesepakatan yang telah di buat aja sepertinya tidak di indahkan," kata Marmi.
"Dan aksi protes ini kami lakukan karena kami sudah tidak tahan lagi dengan alibi dan apa yang disampaikan Pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji, serta Wakil Rakyat DPRD yang terkesan lebih pro ke perusahaan, kini harapan kami hanya aspirasi kami dapat didengar Pak Jokowi," tutupnya.
Sementara itu, pimpinan perusahaan, saat dihubungi Via pesan WhatsApp tidakmerespon. (A.GUN)


Komentar Via Facebook :