Dikabarkan Gagal Saat Pantukhir, Seorang Peserta Daftar Polisi Wanita Asal Polresta Pekanbaru Diduga Ikut Pendidikan 

Dikabarkan Gagal Saat Pantukhir, Seorang Peserta Daftar Polisi Wanita Asal Polresta Pekanbaru Diduga Ikut Pendidikan 

Salah satu calom siswi Polisi Wanita yang imut pendidikan di Ciputat. Lokasi berada di salah saty bandara Kota Pekanbaru (ist)

CYBER88 | Pekanbaru - Beredar kabar tidak sedap di Institusi Kepolisian. Belum lama ini seorang peserta pendaftar calon Polisi Wanita (Polwan), yang semula dinyatakan gagal saat pengumuman pada Pantukhir (Panitia Penentu Akhir), diduga diloloskan ikut serta pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) di daerah Ciputat, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. 

"Saya juga ikut test masuk Polwan pak. Tetapi ada yang janggal pak, karena ada rekan kami yang ikut pendidikan, tetapi dia sebenarnya gugur. Namun informasi ini masih dugaan pak," kata salah seorang peserta yang gagal lolos Polwan dan meminta namanya tidak dicantumkan, Senin (1/8/2022).

Sumber mengaku ikut test Polwan dimulai pada bulan April 2022, tahapan awal setelah pendaftaran dan verifikasi yaitu Rikmin (pemeriksaan administrasi) awal, tahap demi tahap sudah dilewati. 

Sampai pada perangkingan awal sumber informasi masuk ke tahap selanjutnya, dengan peringkat paling akhir. Tahapan selanjutnya yaitu Rikkes (pemeriksaan kesehatan) ll, PMK atau Penelusuran Mental Kepribadian atau psikologi ll tertulis, wawancara PMK/psikologi ll, dan Rikmin akhir/supervisi, selanjutnya yaitu Pantukhir.

"Pelaksanaan Pantukhir ini sempat diundur beberapa kali, yang seharusnya tanggal 29 Juni, jadi tanggal 2 Juli, total Polwan PTU  atau Polisi Tugas Umum yang dinyatakan lulus terpilih berjumlah 20 orang, dan dibagi menjadi dua gelombang. Pada saat gelombang ll tahun 2022 berangkat pendidikan pada tanggal 22 Juli 2022, ada satu casis atau calon siswa Polwan yang ikut berangkat, padahal saat perangkingan akhir dia sudah jelas lulus tidak terpilih," ujarnya.

Oknum tersebut lanjut sumber adalah berinisial PINW asal pendaftar dari wilayah hukum Polresta Pekanbaru.

"Saya tau berita ini dari teman sesama seleksi juga, dia bisa sadar karena casis Polwan yang dicurigai ini merupakan teman satu bimbingan belajarnya. Saya heran, saya juga curiga, apakah masih ada muatan kecurangan dalam perekrutan calon Polisi ini," pungkas sumber.

Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal saat dikonfirmasi tidak berhasil. Demikian juga Kabid Humas Polda Riau Kombes Polisi Sunarto tidak memberikan respon. 

Komentar Via Facebook :