8 Kali Kantongi Opini WTP dari BPK, Bupati AFU: Kita Tingkatkan Kinerja

8 Kali Kantongi Opini WTP dari BPK, Bupati AFU: Kita Tingkatkan Kinerja

Bupati Raja Ampat (Tengah) berfoto bersama unsur Forkopimda di Raja Ampat, Rabu (17/8/2022) Foto : Awin Cyber88.co.id

CYBER88 | Raja Ampat -- Setidaknya terdapat 8 kali berturut-turut predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang disabet oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Terhitung dari periode pertama hingga masa periode kedua kepemimpinan Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, Raja Ampat masih dalam keadaan stabil dalam perihal sistem pelaporan keuangan.

Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau Onqualified  Opinion adalah hasil yang menyatakan bahwa laporan keuangan entitas yang diperiksa auditor BPK telah menyajikan secara wajar dalam semua hal material, Posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas entitas tertentu yang sesuai dengan prinsip akuntansi.

Sementara, pemeriksaan atas laporan keuangan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah untuk memeriksa kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan. 

Terkait dengan Opini WTP yang perolehan pemerintah daerah Raja Ampat tersebut, Bupati Abdul Faris Umlati saat dijumpai di Waisai, Rabu (17/8) kemarin, memberikan apresiasi kepada semua pihak terkait atas upaya dan sinergitas terbangun selama ini.

Lanjut Bupati AFU, selain penghargaan yang diberikan oleh BPK-RI, terdapat juga penghargaan dari Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara terkait sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah Raja Ampat (SAKIP) dengan predikat B.

Predikat B ini merupakan kali ketiga yang dikantongi pemerintah Daerah Raja Ampat secara berturut-turut, yakni pada tahun 2019,2020 dan 2021. AFU juga membeberkan bahwa prestasi saat ini hanya diperoleh oleh dua kabupaten, diantaranya Kabupaten Teluk Wondama dan Raja Ampat.

Lebih lanjut dijelaskan, Penilaian tersebut menunjukkan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran berbanding lurus dengan capaian kinerja, kualitas pembangunan budaya kinerja Birokrasi dan komitmen penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Disini lain, Bupati AFU juga menuturkan bahwa, pada Bidang Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik (SIPD), Raja Ampat juga mendapat apresiasi, karena menjadi salah satu Kabupaten yang terdepan dalam penerapan SIPD.Hal tersebut dilihat mulai dari tahapan perencanaan hingga pada evaluasi dan pelaporan.

Meski demikian banyak penghargaan yang dikantongi oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, orang nomor satu di Kabupaten Bahari itu terus menekankan kepada OPD agar terus meningkatkan kualitas kerja dan membangun sinergitas dengan DPRD dan pihak terkait lainnya di Raja Ampat.

Ketua DPD Demokrat Papua Barat itu  juga berharap agar semua pemangku kepentingan di Raja Ampat  agar senantiasa menyatukan visi dan misi dalam mendorong program dan kebijakan strategis pemerintah daerah.

Terkait dengan Landing Sector Raja Ampat, Bupati AFU menegaskan, Pihaknya terus berkomitmen dalam memajukan program itu sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen RPJMD. Terkait hal tersebut, komunikasi berjenjang juga intens dilaksanakan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

"Tentunya ini menjadi komitmen kita bersama dalam mendorong program strategis dan program penunjang di Raja Ampat. Sebab itu butuh sinergitas dari semua pihak terkait", ujar AFU

Untuk diketahui, sekira pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves RI), Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan kerja di Raja Ampat, Papua Barat.

Kata Bupati AFU, dalam momen kunjungan tersebut, Bupati AFU menyodorkan beberapa rumusan yang menjadi program strategis pemerintah daerah, diantaranya Sector Kelautan, Perikanan, Industri Pariwisata dan juga infrastruktur sebagai salah satu penunjang aksesibilitas dalam pelayanan publik. (A.M)

Komentar Via Facebook :