Merasa Dibodohi dan Tak Dihargai, Warga Segel BTS di Dukuh Tegal
CYBER88 | Klaten -- Geram dengan pihak pelaksana pembangunan BTS diwilayahnya yang seolah tak mengghargai lingkungan, sejumlah warga Dukuh Tegal Mabungan, Desa Trasan Klaten Jateng menyegel menara yang sudah berdiri itu.
Warga memasang berbagai tulisan yang ditempel di menara BTS tersebut. Tulisan itu isinya, "Tolong hargai kami warga RW 3 & 4".
Kemudian ada tulisan, "STOP" Warga Pinguin Tau Soal Ijin berdirinya Tower". Lalu, ada tulisan, "Warga Butuh Penjelasan!! Jangan Bodohi Kami Pak!!! dan ada juga tulisa "Warga Punya Hak Tau. Belum Ada Sosilisasi dari Pimpinan Desa!!!.
Sebelumnya, Jum'at (19/8) awak media mendatangi Riyadi, Kepala Desa Trasan di kantornya. Didampingi Kadus dan Bahinsa dari Koramil Juwiring terkait perizinan, Kades mengatakan terkait izin pihaknya tidak memegang salinannya dan pihak PT yang membawanya untuk syarat ke Kominfo.
Baca Juga : Pembangunan BTS di Trasan Juwiring Klaten Sudah Berdiri Diduga Tanpa Izin, Warga Protes
Awak media juga sebelumnya, Senin (22/8) mennyambangi Mendhel, salah satu tokoh masyarakat yang mengungkapkan bahwa masyarakat tidak dihargai oleh pihak pelaksana pembangunan menara BTS dan tidak pernah merasa diminta tanda tangan untuk izin lokasi.
Sementara pihak pemerintah Desa pun, sambung dia, tak pernah melakukan sosialisasi akan dibangunnya tower yang tentunya berdampak pada warga sekitar.
Maka demikian, atas nama masyarakat, Mendhel ingin mengetahui terkait perizinan pendirian BTS tersebut dan siapa saja yang menandatangan izin lokasi.
Dalam hal ini, intinya warga ingin ada keterbukaan atau kejelasan dari pihak pelaksana dan desa. Namun setelah sekian lama menunggu, tidak direspon," Cetus dia.
Ia menandaskan, bahwa masyarakat sekarang sudah mengerti dan tidak bisa dibodohi. Menurutnya, harga diri lebih mahal dan tak bisa dinilai dengan uang.
Ia menambahkan, masyarakat selalu guyub dan kompak dalam berbagi hal. Oleh karena itu, ia menyampaikan, bahwa Kepala Desa yang notabene dipilih oleh rakyat, sebaiknya peka terhadap keinginan warga.
Ajaklah kami shering dan berbicara biar semuanya berjalan dengan baik," Tandas dia.
Terkait terjadinya kekisruhan lantaran perizinan ditempuh dengan cara yang diduga membodohi warga, ia berharap pihak aparat penegak hukum untuk mengkroscek ke lapangan guna memastikan segalanya dan bila perlu Pol PP menyegel tower tersebut, bukannya masyarakat. (Sus WD/Romi)


Komentar Via Facebook :