Masjid Imanuddin Sabang17 Gelar Pengajian Keislaman Bersama Kader HMI

Masjid Imanuddin Sabang17 Gelar Pengajian Keislaman Bersama Kader HMI

CYBER88 | Bandung -- Masjid Imanuddin Sabang17 menggelar pengajian keislaman bersama Kader HMI bertemakan “Memperkuat Tauhid Kepada Allah dan Ghiroh Dakwah Islam bagi kader HMI”, di masjid Imanuddin Jln. Sabang No. 17 Kota Bandung, Sabtu (03/09).

Pengkajian ini diisi oleh Chumaidi Syarif Romas Ketua Umum PB HMI tahun 1976-1978, Nibrasullah Salim Ketua Penasehat DKM Imanuddin, Firman Nasution Ketua Umum Badan Koordinasi HMI Jawa Barat 2021-2023, Yusuf Sugiyarto Ketua Umum HMI Cabang Bandung 2022-2023, dan dihadiri oleh kader HMI Jawa Barat.

Nibrasullah Ketua DKM Imanuddin mengatakan Kegiatan pengajian yang rutin dilakukan, bertujuan untuk membina dan membimbing seluruh Kader HMI Khusus yang berada di daerah Kota Bandung.

“Pengajian ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu juga untuk menjalin dan mempererat tali silaturahmi untuk kita semua," ujarnya.

Chumaidi Syarif Romas sebagai pengisi kajian Keislaman ini menegaskan, Tauhid Itu pembebasan, ketidak merdekaan dalam menjalankan hidup, Sungguh kenikmatan yang hanya diberikan kepada manusia harus dikalahkan oleh kepentingan “hidup” sesaat di dunia, yang artinya sama dengan binatang dan tumbuh-tumbuhan, atau bahkan lebih rendah lagi dari binatang ternak. 

"Islam sebagai agama tauhid, adalah agama pembebasan bagi manusia terhadap kotak-kotak kebudayaan yang dibuat oleh manusia, tapi juga membelenggu umat manusia. Dalam konsep Tauhid, maka tema sentralnya adalah membebaskan manusia agar manusia bisa menegakan keadilan, kesetaraan dan penghormatan kepada makhluk Allah lainnya," terangnya.

Firman ketua BADKO HMI Jawa Barat menyampaikan, HMI menjadikan Islam sebagai asasnya, merujuk beberapa Firman Allah SWT dengan tegas menyebutkan Islam sebagai ajaran yang sempurna. Bahkan untuk kaum intelektual yang berjuang, Allah SWT bersedia menunjukkan jalannya.

"HMI adalah organisasi tempat berhimpunnya mahasiswa muslim yang telah mengikuti proses kaderisasi guna mencapai 5 kualitas Insan Cita (tujuan HMI). Bagi intelektual muslim hijau hitam, menjadikan Islam sebagai asas HMI adalah suatu keniscayaan," jelasnya.

Sementara itu Yusuf ketua Umum HMI Cabang Bandung, berharap kajian ini bisa berkelanjutan karena hari ini HMI butuh intelektual Kader HMI yang memiliki pemahaman Keislaman dalam berbagai bidang, baik di Politik maupun Ekonomi.

"Nilai nilai Islam harus kembali ke HMI, dan memperkokoh Ketauhidan, sehingga gerakan Kader HMI Kedepannya bisa mewujudkan Masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT," tandasnya.

Komentar Via Facebook :