Hj.Nur Nadlifah: NU Tidak Hanya Pertahankan Ahli Sunnah Waljamaah Namun Harus Berikan Manfaat Bagi Masyarakat

Hj.Nur Nadlifah: NU Tidak Hanya Pertahankan Ahli Sunnah Waljamaah Namun Harus Berikan Manfaat Bagi Masyarakat

CYBER88 l Tegal -- NU tidak hannya mempertahankan ahli sunnah waljamaah annabiyah harus juga memberikan manfaat bagi masyarakat saat Anggota Komisi lX DPR RI Fraksi PKB Hj.Nur Nadlifah, S.Ag, MM. menggelar Sosialisasi Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting bersama mintra kerja BKKBN provinsi Jawa Tengah bertempat di Desa Lumingser Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, Sabtu (10/9/2022).

Dalam sambutanya sebagai legislator dari Dapil lX Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes menjelaskan bahwa NU tidak hannya sebatas jamiyyah,  tidak sebatas mempertahankan ajaran ahli sunnah waljamaah annabiah tapi hikmah kita, harus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Menurutnya, sebagai Organisasi Islam paling besar di Indonesia ini harus juga memberikan kontribusi yang besar bagi pemerintah, tapi sebagus apapun program yang dicanangkan pemerintah tidak akan pernah berhasil tampa di bantu oleh kalian semua," jelasnya.

Itu tidak akan pernah membawa dampak apa-apa kalau masyarakatnya masih kulai maka masyarakat harus merespon itu. Ayou...! kita perangi stunting bersama-sama tadi sudah di sampaikan penyebabnya, maka penyebabnya kita hilangkan dan kita jaga generasi penerus yang berkualitas," lanjutnya.

Pemerintah Indonesia hari ini meneruskan ke NUan kita, saya yakin disini kader NU semua ibu-ibunya Muslimat dan Fatayat serta bapak-bapaknya meskipun tidak bergabung di Ansor tapi saya yakin NU semua saya percaya itu," punkasnya.

Sementara itu dalam kesempatanya Inspektur Inpektorat BKKBN Maria Vianney Chinggih Widanarto SE., M.Si., mengatakan penanganan stunting itu ada istilah Konfergensi, konfergensi itu adalah kerja bareng semua pihak baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun unsur masyarakat seperti Tokoh Masyarakat, Rokhaniawan, LSM dan Tokoh Agama," jelasnya.

Ini bagian proses penaganan stunting di Tegal karena Kabupaten Tegal, sendiri kalau melihat data ada di nomer dua tertinggi jadi perlu sekali makanya BKKBN dalam hal ini, sanggat berterimakasih bahwa Komisi lX bersinergi dan berkolaborasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.Diharapkan konfergensi ini bisa berjalan dengan baik seperti harapan pemerintah di Tahun 2024 angka stunting bisa 14 persen paling tidak," pungkasnya. (EDI SUSANTO).

 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :