Diduga Gaji Pekerja di Kantor Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Prov. Jawa Timur Dipotong

Diduga Gaji Pekerja di Kantor Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Prov. Jawa Timur Dipotong

CYBER88 | Lamongan -- Gaji Pekerja di Kantor Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Prov. Jawa Timur, PPK 4.5 (Tuban - Babat - Lamongan - Gresik) yang beralamat di Jl. Krangan - Rembang Desa Datinawong, Kec. Babat Lamongan Diduga dipotong dengan alasan yang tidak jelas.

Salah mantan pekerja mengatakan bahwa adanya pemotongan gaji di tempat dirinya bekerja, membuat para mandor dan pekerja kecewa karena tidak ada konfirmasi sebelumnya. Sedangkan Imbas dari pemotongan gaji, beberapa karyawan juga sempat gaduh dan ada beberapa karyawan yang dirumahkan.

"Yang jelas kita kecewa pak sudah capek capek bekerja gaji kita di potong Rp 300.000,- per minggu dengan alasan yang tidak masuk akal dan imbas dari pemotongan gaji beberapa karyawan juga sempat gaduh. Juga ada beberapa karyawan yang dirumahkan. Kalau di butuhkan baru dihubungi lagi sama pihak kantor," ujar mantan mandor yang berinisial (F) Kepada media, senin (12/9).

"Namun anehnya dengan kebijakan tersebut tapi ada perekrutan pekerja baru, dan ATM kami milik pekerja lama belum dikembalikan oleh dinas PU." Herannya.

Mantan Mandor itu juga menambahkan bahwa ada Sistem gaji memang para mandor ambil di ATM masing-masing milik pekerja, namun setelah uang diambil, uang itu diserahkan ke pihak manajemen dinas PU 4.5 Jatim berinisial Ibu R.

"Kita ambil gaji di ATM masing-masing milik pekerja, setelah itu uang saya kasih ke manajemen baru dibayarkan lagi secara cash ke pekerja, awal bulan September kami para pekerja kaget adanya pemotongan gaji, setelah kami komplain ke pihak manajemen PU alasannya pun mengejutkan, kalau dinas PU kekurangan anggaran Sampai akhir tahun, makanya pihak manajemen mengambil sikap pemotongan gaji mandor menutup operasional Sampai akhir tahun."ucap dia.

"Sebenernya simpel saja kalau untuk menutupi kekurangan-kekurangan atau biaya operasional kita laporkan pekerja apa adanya tidak menambah 3 pekerja di tiap kelompok, selama ini kita bekerja sistem kelompok 1 kelompok terdiri 7 orang yang ada di lapangan, tapi kita laporkan 10 orang ke provinsi."pungkasnya.

Terkait hal ini, manajamen Dinas PU berinisial R, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menampik adanya pemotongan gaji tersebut. Namun ia mengaku baru bekerja di sana.

"Mohon informasinya lebih detail dan jika ada bukti bisa disampaikan. Sebab semenjak saya, bisa saya pastikan tidak ada pemotongan terhadap apapun ya, mungkin di periode sebelumnya saya kurang tau, sebab saya baru pindah 1 bulan di Lamongan. Nanti saya kabarin minggu depan untuk jadwal untuk bisa ketemu."Tutur wanita berinisial R kepada tim media melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/9).

Sementara itu, Yudi Dwi Prasetyo, ST., MT., kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV, saat ditemui, seolah enggan untuk dikonfirmasi meskipun diketahui dia ada di kantornya. Salah satu staf mengatakan, Yudi sedang berada diluar. (Dan).

Komentar Via Facebook :