Sejumlah Nelayan dan Petani Keluhkan Harga Solar di SPBU 7.494.309 Lambunu, Satgas Migas Parimo Bungkam
CYBER88 | Parigi Moutong- Sejumlah masyarakat Nelayan dan petani di Kecamatan Bolano Lambunu dan Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, yang sering melakukan pembelian BBM bersubsidi jenis solar di SPBU 7.494.309 Lambunu, mengeluhkan pelayanan di SPBU tersebut. Anehnya Satuan Tugas minyak dan Gas (Satgas Migas) Kabupaten Parigi Moutong terkesan diam.(09/10/2022)
Terungkap pelayanan bagi masyarakat nelayan dan petani yang melakukan pembelian BBM jenis solar di SPBU Lambunu, dengan menggunakan rekomendasi, diduga pihak manajemen SPBU menerapkan sisitem dua satu, dalam artian dua galon solar subsidi satu galon nonsubsidi (dexlite) dengan sisitem dua satu tersebut, tentunya hal itu sangat memberatkan bagi masyarakat petani dan nelayan.
Seperti halnya di ungkapkan salah satu nelayan warga Desa Bajo Kecamatan Bolano, menuturkan kepada media ini via telepon seluler pada rabu 5/10/2022, sebelumnya pak minta tolong nama kami di rahasikan, takutnya nanti kami tidak akan di layani untuk melakukan pembelian BBM di SPBU Lambunu.
Iya, memang benar sisitem penjualan BBM jenis solar subsidi kepada petani dan nelayan di SPBU Lambunu dua satu, dua galon solar subsidi satu galon nonsubsidi (dexlite) adapun harga solar subsidi dalam satu galon isi 33 liter sebesar Rp. 230.000,- sementara untuk nonsubsidi (dexlite) dalam satu galon isi 33 liter dengan harga satu galon sebesar Rp. 560.000,-
Bila kita gabungkan harga BBM solar subsidi dua galon dengan harga nonsubsidi (dexlite) satu galon, menjadi Rp.1,020.000, selanjutnya kita bagi rata-rata dengan jumlah keseluruhan solar dan dexlite (sejumlah 3 galon) maka masyarakat nelayan dan petani harus membayar BBM subsidi jenis solar di SPBU Lambunu dengan harga perliter Rp.10,303,-
Lanjut kata sumber, tentunya kami sebagai nelayan maupun petani yang semestinya kami di layani dengan harga solar subsidi sebesar Rp.6,800 perliter, dengan adanya dexlite satu galon, kami harus membayar dengan harga Rp.10,303 perliter, dan suka tidak suka harus kami bayar, karna kalau kita menolak untuk mengambil dexlite yang satu galong tersebut, kita tidak akan di layani melakukan pembelian solar sekalipun hanya 5 liter
Husrin.K salah satu warga Desa Wanamukti Kecamatan Bolano, ketika di hubungi media ini pekan lalu, juga membenarkan hal itu, "iya memang benar sistem pengisiannya dua satu, (dua galon solar subsidi satu galon solar nonsubsidi) dan tidak di layani kalau hanya mau beli satu galon. Jelas sangat memberatkan bagi kami sebagai petani kecil, terpaksa kami harus membeli solar di pengecer yang ada di kios-kios dengan harga Rp.11,000 perliter, untuk kebutuhan handtraktor untuk membajak sawah," keluhnya.
Benny Wijaya selaku pemilik SPBU 7.494.309 Lambunu ketika di temui di salah satu rumah makan di kota Palu pada Minggu, (09/10)memberikan tanggapa dan klarifikasi pada media ini, terkait SPBU Lambunu memberikan pelayanan dua satu (dua solar satu dexlaite) pertama hal itu keterbatasan BBM bersubsidi dari pemerintah pusat, kedua terjadi pertumbuhan dan pertambahan alat-alat nelayan dan pertanian, sehingga kuota BBM subsidi tidak mencukupi, olehnya setiap pembelian BBM solar kami tambahkan dengan dexlaite satu galon.
"Sebetulnya tugas utama SPBU dalam penyaluran BBM subsidi itu, mengutamakan pelayanan mobil, kalau untuk pelayanan rekomendasi masyarakat (nelayan dan petani) itu hanya tugas tambahan dari pemerintah untuk SPBU, dalam artian pemilik rekomendasi sipatnya hanya bermohon kepada SPBU, ya yang namanya permohonan itu bisa di realisasikan bisa juga tidak," beber Benni.
Ketika kembali di tanyakan terkait kuota BBM subsidi jenis solar di SPBU Lambunu, Benny Wijaya mengatakan, satu minggu 6 kali masuk solar, setiap hari sejumlah 8000 liter, sementara rata-rata pelayanan sekitar 80 unit mobil, setiap mobil di layani pengisian 70 liter, dan untuk rekomendasi masyarakat (nelayan dan petani) itu di layani 8 sampai 10 rekomendasi, dengan kuota 2 galon solar 1 galon dexlaite
Koordinator Satgas Migas Kabupaten Parigi Moutong, Ir.Lewis yang juga salah satu asisten di Pemda Parimo, ketika di hubungi media ini pada Jumat tanggal 07/10/2022 lalu sampai saat ini masih memilih bungkam.


Komentar Via Facebook :