Wakil Bupati H Safi'i : Apa Dana Desa tiga pekon tidak cukup untuk membangun jembatan ini pak?

Banyak Memakan Korban Akibat Jembatan Putus, Pemkab Tamanggus Lamban Tanggapi Keluhan Warga

Banyak Memakan Korban Akibat Jembatan Putus, Pemkab Tamanggus Lamban Tanggapi Keluhan Warga

CYBER88 |  Tanggamus, Lampung –  Jembatan penghubung antara Pekon Kemuning ke Pekon Kebumen adalah jembatan yang digunakan masyarakat terdiri dari tiga pekon sebagai akses yang lebih dekat dalam menempuh perjalanan, baik buat anak anak sekolah, anak belajar mengaji, maupun untuk umum membawa hasil bumi mereka. Minggu (30/10/2022)

Diketahui pula warga Kecamatan Pulaupanggung dan Kecamatan Sumberejo sudah sering mengeluhkan kepada pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui beberapa media, namun sampai akhirnya terdapat tiga warga meninggal dunia dan satu orang patah-patah tulang karena jatuh dari jembatan tersebut.

Dan bahkan sudah beberapa kali kepala pekon dari tiga pekon mengirimkan proposal tapi jembatan tersebut tidak kunjung di perbaiki, dan yang didapat hanya harapan palsu belaka.

Hal itu diduga karena lamban nya pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam menanggapi keluhan masyarakat.

Kendati demikian warga masyarakat dari tiga pekon masih tetap berharap Sepenuhnya kepada pemerintah Kabupaten Tanggamus agar direalisasikan pembangunan jembatan permanen.

Ali Unus kepala Pekon Sidorejo saat di wawancarai awak media, ia sangat berharap kepada pemerintah kabupaten Tanggamus, agar segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen sebagai penghubung dua kecamatan tersebut.

"Kami berharap agar pemerintah segera membangun kembali jembatan permanen penghubung kecamatan pulaupanggung dan kecamatan sumberejo tersebut, karena Masalahnya Jembatan ini sudah banyak memakan korban," ujar Ali Unus,.

Dalam kesempatan itu juga Edy Trianto kepala Pekon Kemuning Kecamatan Pulaupanggung memaparkan, saya sempat bertanya kepada Wakil Bupati H Safi'i, dan Wabup memberi jawaban kepada saya seraya berucap, apa dana desa tiga pekon tidak cukup untuk membangun jembatan ini pak, namun sayang tidak ada aturan seperti itu terang Wabup kepada Kakon Kemuning.

Dinas BPBD Tanggamus Cahyo Dwi dalam wawancaranya Kemarin, ia menyampaikan, "kami akan mengambil langkah tanggap darurat sementara dulu, yang penting anak sekolah bisa lewat,

"Buat Kami  itu langkah pertama yang akan kami ambil sebagai langkah tanggap darurat, kendati jembatan sementara yang penting bisa dilewati oleh anak anak sekolah, atau jembatan yang menggunakan batang kelapa atau kayu, ujarnya,

Mirisnya lagi, pelaksanaan tanggap darurat pun masih akan di koordinasi dulu oleh BPBD dengan bidang bidang terkait, imbuhnya,,

Bahkan firman anggota BPBD Tanggamus Mengatakan masih akan menunggu proposal yang baru dari tiga pekon, seperti yang ia katakan kemarin kepada awak media, tandasnya,,

Komentar Via Facebook :