Cara Membuat PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakteri) dari Akar Bambu

Kunci Sukses Pertanian, Ini Cara Membuat Plant Growth Promoting Rhizobakteri dari Akar Bambu

Kunci Sukses Pertanian, Ini Cara Membuat Plant Growth Promoting Rhizobakteri  dari Akar Bambu

CYBER88.CO.ID -- PGPR adalah singkatan dari (Plant Growth Promoting Rhizobakteri) atau (Bakteri Pemacu Pertumbuhan). Bakteri PGPR hidup berkoloni disekitar perakaran tanaman dan bersifat menguntungkan bagi tanaman. 

Melansir dari berbagai sumber, Bakteri ini memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman dan memberi keuntungan bagi proses fisiologi tanaman. Akar adalah sumber kehidupan, disana terjadi pertukaran udara, unsur hara, dekomposisi. Dalam istilah bahasa Indonesia, PGPR dikenal dengan istilah RPTT atau (Rhizobakteria Pemacu Tumbuh Tanaman).

Bakteri PGRP memanfaatkan eksudat dari tumbuhan yang ditumpanginya. Meski demikian, PGPR tidak merugikan tanaman. Kehadiran bakteri ini justru bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman. 

Bahkan PGPR menjadi salah satu upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga. Fungsi lainnya yaitu sebagai tambahan bagi kompos dan mempercepat proses pengomposan. 

Pengurangan pestisida dan rotasi penanaman dapat memacu pertumbuhan populasi dari bakteri – bakteri yang menguntungkan seperti PGPR.

Aplikasi PGPR mampu mengurangi kejadian dan keparahan penyakit. Beberapa bakteri PGPR yang diinokulasikan pada benih sebelum tanam dapat memberi pertahanan pada tudung akar tanaman. 

Hal inilah yang membuat bakteri PGPR mampu mengurangi keparahan dari penyakit dumping-off (Pythium ultimatum) di tanaman. Beberapa bakteri PGPR mampu memproduksi racun bagi patogen tanaman, misalnya bakteri Bacillus subtilis mampu melawan cendawan patogen.

Berikut kelebihan dari PGPR diantaranya :

Menambah fiksasi nitrogen di tanaman kacang-kacangan Memacu pertumbuhan bakteri fiksasi nitrogen bebas

Meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga

Memproduksi hormon tanamanMenambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan

Mengontrol hama dan penyakit tumbuhan

Mengutip dari situs milik Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, Minggu (2/11/2022), berikut cara membuat PGPR.

Pembuatan PGPR diawali dengan menyiapkan biang PGPR terlebih dahulu. Biang PGPR bisa didapat dari akar bambu atau akar putri malu sebanyak 250 gram. Setelah itu, rendam akar tanaman tersebut ke dalam seliter air selama tiga malam.

Selain biang PGPR, Anda juga perlu menyiapkan bahan-bahan lain seperti: 

1.Akar bambu 1 ons
2. Dedak 1 kg
3. Terasi 2 ons
4. Molasses/tetes tebu, air nira, gula merah atau gula pasir 4 ons
5. Kapur sirih 1 ons
6. Air bersih 10 liter
7. Jerigen atau Tong

Tahapan Cara Membuat PGPR

Akar bambu direndam dengan air matang (dalam keadaan dingin) selama kurang lebih 4 – 5 hari

Gula pasir, dedak dan terasi direbus hingga mendidih selama kurang lebih 20 – 25 menit, kemudian dinginkan

Setelah dingin, masukkan semua bahan kedalam tong atau jerigen dan ditutup rapat

Buka penutup dan aduk setiap pagi, kemudian ditutup kembali

Setelah kurang lebih 2 minggu, PGPR biasanya sudah jadi dan siap untuk digunakan.

Cara aplikasi PGPR pada tanaman

PGPR bisa diaplikasikan pada benih, bibit, atau tanaman yang sudah dewasa. Berikut penjelasan lengkapnya.

Aplikasi PGPR pada benih

Benih yang dijual di toko pertanian biasanya mengandung pestisida. Maka itu, sebelum mengapliksikan PGPR, cuci terlebih dahulu benih tersebut.

Setelah itu, rendam benih dalam larutan PGPR dengan konsentrasi 10 mililiter pada setiap liter air. Perendaman bisa dilakukan 10 menit hingg delapan jam, tergantung dari jenisnya. Terakhir, keringkan benih di tempat teduh sebelum disemai.

Aplikasi PGPR pada bibit

Jika Anda memperbanyak tanaman lewat stek atau perbanyakan vegetatif lainnya, PGPR bisa digunakan untuk mempercepat pertumbuhan akar.

Cara mengaplikasikannya mudah. Cukup rendam bagian tanaman yang dijadikan biakan vegetatif dalam larutan PGPR dengan konsentrai 10 mililterper liter air. Perendaman dilakukan selama satu sampai tiga jam, lalu segera tanam biakan vegetatif tersebut. 

Aplikasi PGPR pada tanaman dewasa

Jika tanaman sudah tumbuh di lahan, aplikasi PGPR bisa dilakukan dengan cara menyiram atau menyemprotkan di sekitar area perakaran.

Untuk tanaman semusim, konsentrasi PGPR yang digunakan sebanyak lima mililiter per liter air. Sementara itu, pada tanaman tahunan, aplikasi larutan PGPR disesuaikan dengan umur dan jenis tanamannya.

Lakukan pengaplikasikan PGPR pada tanaman pada pagi atau sore hari.

Komentar Via Facebook :